Sriwulan Darurat Demam Berdarah

83
WASPADA DB: Pj Kades Sriwulan,Zamroni (kanan) memimpin penyemprotan nyamuk demam berdarah di desanya, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
WASPADA DB: Pj Kades Sriwulan,Zamroni (kanan) memimpin penyemprotan nyamuk demam berdarah di desanya, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
WASPADA DB: Pj Kades Sriwulan,Zamroni (kanan) memimpin penyemprotan nyamuk demam berdarah di desanya, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK – Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung dinyatakan sebagai daerah darurat demam berdarah. Bahkan, untuk membasmi nyamuk aedes aegypti, warga swadaya melakukan penyemprotan. Meski demikian, pemerintah desa tetap mengajak puskesmas Sayung untuk ikut melakukan penyemprotan.

Ketua RW 1, Widji Kusmanto mengatakan, sudah ada 4 warga yang terkena DBD tersebut. Mereka sebelumnya telah dilarikan ke rumah sakit untuk pengobatan. Bahkan, satu diantaranya adalah anak dari Dokter Juwariyah. “Karena itu, untuk mengantisipasi penyebaran DBD ini, RW berinisiatif mengambil langkah cepat dengan cara melakukan penyemprotan atau fogging dirumah-rumah warga. Fogging tersebut merupakan terobosan dari Pj Kepala Desa Sriwulan, Zamroni,” kata Widji, kemarin.

Ia menambahkan, Desa Sriwulan baru kali ini ada beberapa warga yang terserang DBD. Karena itu, warga pun khawatir dengan kondisi tersebut. Pj Kades Sriwulan, Zamroni mengatakan, lingkungan warga keadaannya kerap dilanda air rob. Kondisi demikian memicu munculnya penyakit termasuk DBD tersebut. “Kita langsung tanggap sehingga DBD ini bisa ditanggulangi,”katanya.

Menurutnya, penyakit DBD mudah menyerang anak- anak maupun orang dewasa. Bahkan, ditempat bersih pun DBD tetap mengancam warga. Selain DBD, ada pula seorang warga yang kena chikungunya. Yakni, Sardi, warga Rt 3 RW 1. Selama empat hari yang bersangkutan persendiannya linu dan lumpuh tidak bisa jalan. “Untuk warga yang kena DBD ini alhamdulillah masih bisa ditangani,”katanya. (hib/fth)