MEMASAK : Wakil Wali Kota Salatiga, Muh Haris membuktikan kepiawaiannya memasak sup dengan lauk tahu tempe dalam lomba memasak di pelataran ruang sidang II Pemkot Salatiga, Senin (20/4) kemarin. (MUNIR ABDILLAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MEMASAK : Wakil Wali Kota Salatiga, Muh Haris membuktikan kepiawaiannya memasak sup dengan lauk tahu tempe dalam lomba memasak di pelataran ruang sidang II Pemkot Salatiga, Senin (20/4) kemarin. (MUNIR ABDILLAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MEMASAK : Wakil Wali Kota Salatiga, Muh Haris membuktikan kepiawaiannya memasak sup dengan lauk tahu tempe dalam lomba memasak di pelataran ruang sidang II Pemkot Salatiga, Senin (20/4) kemarin. (MUNIR ABDILLAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SALATIGA—Memperingati Hari Kartini tahun 2015, Pemkot Salatiga, menggelar lomba memasak antarkepala SKPD, di pelataran ruang sidang II Pemkot Salatiga, Senin, (20/4) kemarin. Tidak ketinggalan dalam kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota Salatiga, Muh Haris ikut memasak sup dengan lauk tahu tempe.

Ketua PKK Kota Salatiga, Ida Nurul Farida mengatakan bahwa kegiatan tersebut untuk menyambut Hari Kartini. Karena sekarang bukan hanya perempuan yang harus memasak, tapi para Kartono-pun harus belajar memasak. Agar mengetahui bahwa memasak tidak mudah seperti dibayangkan selama ini. “Jika biasanya kegiatan Kartinian, identik dengan pakaian-pakaian adat. Sekarang digelar berbeda, yakni dengan lomba memasak bagi kaum laki-laki,” katanya sembari tertawa.

Wakil Wali Kota Salatiga, Muh Haris saat ikut memasak mengatakan bahwa ini pembelajaran bagi laki-laki. Untuk menghargai jerih payah istri-istri di rumah yang setiap pagi, siang dan malam, memasak layaknya perjuangan Kartini. Membangunkan anak, istri, kemudian memasak dan bersih-bersih, itu tugas yang tidak ringan. Makanya, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa penghormatan kepada wanita. “Kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun. Dan tahun ini serasa unik. Karena ada Polisi dan TNI yang ikut memasak di sini,” tegasnya.

Kabag Humas Pemkot Salatiga, Adi Setiarso mengatakan bahwa memasak memang tidak mudah, butuh kesabaran dan ketelatenan. Jika tidak sabar bisa tidak matang. Kalau tidak telaten bisa gosong. Dari sini dirinya mengetahui bahwa tugas perempuan di rumah juga berat. Jadi perlu adanya gotong royong dalam rumah tangga. “Semoga nanti masakan saya rasanya enak. Tidak kalah dari restoran-restoran terkenal di Salatiga,” ujarnya. (abd/ida)