Jalan Berlubang Semakin Parah

132

KENDAL – Persoalan jalan rusak masih menjadi prombel utama bagi warga Kendal. Sebab, lubang jalan kian melebar lantaran lantaran hujan yang mengguyur di sejumlah wilayah Kendal beberapa pekan terakhir.

Salah satu jalan rusak terjadi di Kecamtan Brangsong. Banyak jalan-jalan penghubung antar desa yang sama sekali belum tersentuh perbaikan jalan. Diantaranya Jalan di Desa Kertomulyo dan Sidorejo. Jalan terseut rusak parah bahkan warga sekitar yang ingin ke kota harus melalui jalan-jalan berlubang.

“Rusaknya semakin parah, hampir setiap jalan terdapat lubang. Terutama di Desa Sidorejo kerusakan jalan sangat parah. Saya tidak bisa menikmati perjalanan tiap kali harus bepergian. Jalan rusak, bahkan lubangnya sangat dalam dan lebar,” kata warga Kertomulyo, Setia Naka,30, kemarin.

Ia menambahkan, kondisi diperparah dengan hujan yang terus menerus sehingga membuat lubang jalan tergenang air dan berlumpur. Sehingga tidak nampak jalan hanya nampak genangan air bercampur lumpur. “Praktis warga yang melintas tidak bisa memperkirakan lebar dan dalamnya lubang pada jalan. Banyak pengguna jalan terutama pengendara roda dua seperti sepeda motor dan sepeda ontel terjatuh,” imbuhnya.

Kerusakan juga terjadi di Jalan Raya Ngampel Kecamatan Ngampel. Warga mengaku sudah bosan mengeluhkan jalan rusak. Sebab berkali-kali warga minta agar jalan segera diperbaiki, tapi kenyataannya pemerintah hanya berpangku tangan saja.

Pemerintah Kabupaten Kendal belum mampu merealisasikan program tahun infrastruktur. “Katanya di 2014, pemerintah fokus melakukan perbaikan infrastruktur, terutama jalan. Tapi sampai saat ini hanya sedikit yang diperbaiki, selebihnya yang rusak masih sangat banyak,” katanya.

Suparno menambahkan, jalan rusak bahkan sudah menjadi ikon Kabupaten Kendal, terutama Kecamatan Ngampel.” Banyak orang dari luar daerah, sering mengatakan Kecamatan Ngampel identik dengan jalan rusak. Bahkan sering dibuat banyolan (sindiran),” lanjutnya.
Kondisi jalan di Kabupaten Kendal yang layak untuk dilintasi hanya 31,79 persen dari jumlah panjang 770,9 kilometer. Sisanya, mengalami kerusakan baik tingkat sedang maupun parah.

Kepala Dinas Bina Marga Sumber Daya Air, Energi dan Sumber Daya Mineral (DBM SDA dan ESDM) Kendal, Sugeng Prayitno mengatakan bahwa jalan di Kabupaten Kendal yang kondisinya baik sekitar 245,1 kilometer. Sedangkan jalan kondisi sedang 23,77 persen atau sekitar 183,3 kilometer. Selain itu, jalan rusak tercatat sepanjang 209,6 kilometer dan jalan rusak berat sebesar 133 kilometer.

Sejauh ini, Pemerintah Kabupaten Kendal baru melakukan betonisasi jalan sepanjang 45,7 kilometer km, atau hanya 5,9 persen. Sedangkan jalan aspal dengan hotmix sepanjang 282,7 kilometer dan penetrasi 405,7 kilometer. “Ada jalan tanah yakni sepanjang 13,5 kilometer. Selain itu, juga masih ada jalan berkerikil atau berbatu sepanjang 23,5 kilometer,” katanya. (bud/fth)