Ditargetkan Selesai sebelum Lebaran

129
Bambang NK. (Ricky Fitriyanto/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Bambang NK. (Ricky Fitriyanto/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Bambang NK. (Ricky Fitriyanto/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menargetkan akan segera menyelesaikan 10 paket pekerjaan jalan sebelum datangnya Lebaran pada bulan Juli 2015 mendatang. Hal ini tidak lain sebagai upaya untuk menciptakan keamanan berkendara bagi pemudik yang melintas.

”Sesuai arahan Pak Gub (Gubernur Jateng Ganjar Pranowo) akan kami utamakan di wilayah perbatasan timur dan barat. Juga wilayah tengah jalur utama,” ungkap Kepala Dinas Bina Marga Bambang NK kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Bambang menjelaskan, meski target sebenarnya adalah November namun hal itu tidak menjadi persoalan. Pasalnya, ia mengklaim pihak kontraktor yang telah melakukan penandatanganan kontrak kerja infrastruktur di Dinas Bina Marga pada Maret 2015 lalu memiliki fasilitas yang sangat lengkap dan memadai. Sehingga dapat diselesaikan lebih cepat. ”Mengingat jalan yang dilalui adalah jalur lalu lintas yang sangat padat,” imbuhnya.

Dibeberkan Bambang, di antara beberapa titik yang mengalami percepatan adalah jalan Kersana – Bantarsari di Kabupaten Brebes, jalan Magelang – Salaman di Kabupaten Magelang, jalan Sukoharjo – Weru – Watukelir di Kabupaten Sukoharjo, dan jalan Godong – Purwodadi di Kabupaten Grobogan. ”Juga ada dua paket di Welahan Kabupaten Jepara,” sambungnya.

Bambang menambahkan, anggaran infrastruktur jalan 2015 ini dimungkinkan dapat bertambah pada APBD-Perubahan. Dari anggaran murni yang sekitar Rp 2,1 triliun, diperkirakan akan ada tambahan sekitar Rp 225 miliar. ”Tahun lalu, dari perubahan ditambahkan Rp 179 miliar. Pada perubahan tahun ini, tambahannya pasti di atas Rp 200 miliar,” terang Bambang.

Sebelumnya, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengungkapkan bahwa proyek ini merupakan lanjutan dari tahun infrastruktur yang dicanangkan sebelumnya oleh Pemprov Jateng. Oleh karenanya ia akan terus mendorong untuk efisiensi waktu dalam pengerjaannya. Selain itu, ia juga minta profesionalitas kerja harus tetap diperhatikan.

”Saya minta secara khusus kepada para kontraktor yang mengerjakan paket pekerjaan tersebut untuk membuat produk dengan kualitas nomor satu atau istimewa. Sebab, anggaran pekerjaan paket itu berasal dari rakyat dan harus dipersembahkan kembali kepada rakyat dengan baik,” ujarnya.

Karenanya, ia mengaku akan lebih jeli melihat hasil pekerjaan itu. Sehingga proyek tahun ini lebih baik dibanding proyek sebelumnya. Menurutnya, naiknya anggaran 100 persen harus diimbangi dengan tingginya kualitas. (fai/ric/ce1)