2 Bulan Menghilang, Tinggal Tengkorak

86
GEMPARKAN DESA : Petugas memeriksa kerangka manusia yang ditemukan warga Pakis Putih, Sabtu (18/4) sore lalu. (FAIZ URHANUL HILAL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GEMPARKAN DESA : Petugas memeriksa kerangka manusia yang ditemukan warga Pakis Putih, Sabtu (18/4) sore lalu. (FAIZ URHANUL HILAL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GEMPARKAN DESA : Petugas memeriksa kerangka manusia yang ditemukan warga Pakis Putih, Sabtu (18/4) sore lalu. (FAIZ URHANUL HILAL/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Nur Yasin, 49, warga Dukuh Prawasan Barat, Kelurahan Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni hanya bisa pasrah. Ketika mendapati ayahnya yang telah dua bulan menghilang, saat ditemukan tinggal tengkorak.

Bersyukur, meski sudah berbentuk kerangka, identitas korban bernama Warto, 80, warga Desa Pakis Putih Kecamatan Kedungwuni akhirnya dikenali. “Ditemukan warga itu pada Sabtu (18/4) sore. Lalu Minggu (19/4) pagi, saya ke lokasi. Di situ, saya menemukan sandal slop karet di dekat lokasi penemuan kerangka,” jelasnya.

Nur Yasin, mengaku bahwa kerangka manusia yang ditemukan adalah ayahnya. Dia yakin betul bahwa sandal yang ditemukan merupakan milik Warto dan sandal itu adalah pemberiannya. “Saya yakin sekali kerangka itu bapak saya. Karena sandal itu, saya yang kasih,” jelasnya.

Penemuan itu akhirnya diteruskan ke Mapolsek Kedungwuni. Anggota keluarga lain, Warnoto, 35, menambahkan bahwa dirinya menjadi yakin bahwa kerangka tersebut adalah pamannya ketika melihat kaos dalam yang ditemukan bersama kerangka manusia itu. “Ternyata benar, itu kaos yang saya berikan kepada Pak Warto. Dia itu paman saya,” jelasnya.

Kerangka manusia tersebut pertama kali ditemukan oleh Rinoto, 35, Sabtu (18/4). Ia tak menyangka jika niatnya mencari belut justru menemukan kerangka manusia. Warga Dukuh Pesantren Desa Pakis Putih Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan itu tersentak ketika benda putih yang dilihatnya di areal persawahan desa setempat adalah tengkorak manusia. “Waktu itu sore, sekitar pukul 16.00. Saya sedang mencari belut. Lalu ketika jalan, melihat tengkorak manusia itu,” ungkapnya, kemarin.

Penemuan jazad manusia yang tinggal kerangka itu, akhirnya dikabarkan kepada warga desa. Lokasi penemuan terletak di sebuah kebun milik Rustinah, warga setempat.

Para warga pun berdatangan ke lokasi untuk melihat langsung kerangka manusia tersebut. Hingga malam hari, warga masih mengerumuni kerangka tersebut, hingga petugas Polsek Kedungwuni melakukan evakuasi.

KBO Reskrim Polres Pekalongan, Iptu I Wayan Gelgel mengatakan, setelah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), pihaknya memintai keterangan sejumlah saksi. Dikatakannya, korban pemilik kerangka, diperkirakan meninggal sekira dua bulan lalu. “Dari penyelidikan sementara, diduga korban meninggal sekitar dua bulan lalu,” jelasnya.

Kerangka yang diperkirakan memiliki tinggi 160 sentimeter tersebut belum bisa ditentukan jenis kelaminnya. Sebab harus menunggu hasil visum. “Ciri lain, yang kami temukan di lokasi adalah kaos doreng. Itu kami temukan di dekat jenazah korban,” imbuhnya.
Namun dengan adanya pengakuan dari pihak keluarga korban, kerangka yang semula diamankan di RSUD Kraton akhirnya diambil untuk dimakamkan. (hil/ida)