Polwan Boleh Berjilbab saat Bertugas

88

MUGASSARI – Kapolda Jateng Irjen Nur Ali mempersilakan bagi polisi wanita (polwan) di bawah jajaran Polda Jateng yang hendak mengenakan jilbab saat bertugas. Namun sejauh ini pengadaan seragam resmi untuk jilbab polwan belum turun.

“Dipersilakan asal sesuai ketentuan yang ada. Contohnya sudah ada,” kata Nur Ali kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (19/4).

Sejauh ini, pihaknya mengaku dalam proses sosialisasi dan mempersiapkan pelaksanaannya. “Petunjuk-petunjuk dari Mabes Polri sudah ada,” ujar jenderal bintang dua ini.

Nur Ali membenarkan, sejauh ini sudah ada sejumlah polwan di jajaran Polda Jateng yang mengenakan jilbab saat bertugas. “Kalau jumlahnya berapa saya lupa,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan di Mapolda Jateng, sejumlah polwan memang sudah mengenakan jilbab sementara. “Sudah ada pemberitahuan, kalau aturan memakai jilbab diperbolehkan. Awalnya sih masih ragu-ragu, karena aturannya belum turun,” kata seorang polwan yang enggan disebut namanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Aloysius Liliek Darmanto, mengatakan, pihaknya telah menerima Surat Keputusan Kapolri bernomor Kep/245/III/2015. “Polwan diperbolehkan mengenakan jilbab. Saat ini, sedikitnya ada kurang lebih 40 persen dari jumlah polwan di Polda Jateng sudah mengajukan akan mengenakan jilbab. Kami mempersilakan,” kata Liliek.

Dijelaskan Liliek, mengenai aturan polwan berjilbab telah diatur dalam peraturan yang ditandatangani Komjen Pol Badrodin Haiti pada 25 Maret 2015. Dalam peraturan tersebut mengatur tentang sebutan, penggunaan pakaian dinas seragam Polri dan PNS Polri, khususnya pemakaian jilbab bagi polwan.

Terdapat beberapa perubahan secara tertulis, mulai pengguna, semula tertulis polwan. Khususnya Aceh diubah bagi polwan Polda Aceh dan polwan muslimah lainnya yang berkeinginan memakai jilbab dipersilakan sesuai ketentuan.

Tutup kepala semula tertulis warna cokelat tua diubah menjadi model tunggal polos tanpa emblem, jilbab cokelat tua digunakan pakaian dinas warna cokelat dan PDL II loreng Brigade Mobil (Brimob), jilbab abu – abu digunakan pada PD Musik Gabungan, jilbab warna hitam polos digunakan pada pakaian dinas selain Brimob dan PD Musik Gabungan, jilbab pada pakaian olahraga disesuaikan dengan warna celana training dan bagian staf Reserse Kriminal, intelijen dan kemanan serta pengamanan internal (paminal) untuk warna jilbab disesuaikan dengan warna celana. (amu/zal)