MASIH BELIA: Arrum Damarsari, petenis putri andalan Jawa Tengah di PON 2016 mendatang. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)
MASIH BELIA: Arrum Damarsari, petenis putri andalan Jawa Tengah di PON 2016 mendatang. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)
MASIH BELIA: Arrum Damarsari, petenis putri andalan Jawa Tengah di PON 2016 mendatang. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – PB Pelti sudah memutuskan bahwa babak kualifikasi PON tenis lapangan akan berlangsung di Tarakan, Kalimantan Utara, 23-27 Agustus mendatang. Babak Pra-PON akan meloloskan empat tim putra dan empat tim putri, untuk mendampingi delapan tim yang lolos otomatis berdasarkan penghitungan Peringkat Nasional Pelti (PNP).

Menurut Kabid Litbang Pengprov Pelti Jateng Tri Nurharsono, delapan tim yang langsung lolos adalah provinsi yang memiliki para petenis dengan PNP satu hingga tujuh, ditambah satu provinsi yaitu Jabar yang mendapatkan wildcard. ”Jadi di PON 2016 nanti, ada 12 tim putra dan 12 tim putri yang bersaing untuk memperebutkan medali. Delapan tim dari lolos langsung ditambah dengan empat tim dari babak Pra-PON,” kata Tri ketika dihubungi kemarin.

Terkait posisi Jateng, diakui dia, dengan materi Elsa Pambudi dan Irawan Bagus di sektor putra, serta Arrum Damarsari dan Laksmi di bagian putri, posisi Jateng saat ini aman untuk bisa langsung lolos.

Sebaliknya, jika sampai tidak mengikuti berbagai Turnamen Diakui Pelti (TDP) sebelum 31 Juli, posisi Jateng bisa terancam. Pasalnya, PNP bisa melorot dan berujung harus mengikuti babak kualifikasi PON. ”Ada beberapa TDP yang bisa diikuti. Pertama even Sattelite di Tegal, lalu Piala Gubernur DKI Jakarta dan Gubernur Papua. TDP tersebut harus kita ikuti agar bisa mengamankan posisi untuk lolos PON,” imbuhnya.

Tri Nurharsono berharap, KONI Jateng memberikan dukungan dengan dana pelatda agar para pemain tenis bisa segera mengikuti TDP. Pasalnya dengan keikutsertaan di TDP, kans untuk langsung lolos bisa tanpa melewati babak Pra-PON bisa terwujud.

Tim tenis putri Jateng pernah harus merangkak dari babak kualifikasi pada PON XV tahun 2000 di Makassar lantaran kurang dalam PNP. Saat itu Jateng yang masih diperkuat Wynne Prakusya berhasil lolos. Sayang, meskipun ikut meloloskan tim ke PON, Wynne justru absen lantaran mengikuti grand slam Wimbledon. (bas/smu)