SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG
SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG
SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG

ISMA Isna Sanny sejak kecil menyukai dunia lukis-melukis. Gadis kelahiran 1995 ini selalu meluangkan waktu di sela-sela kuliah jurusan perawat Universitas Sultan Agung (Unissula) Semarang untuk melukis di kontrakannya.

Isma yang mengaku masih belajar melukis ini telah memiliki 4 buah karya lukisan. Salah satu lukisan Sanny menggambarkan lunturnya ciri khas seorang pelajar ketika pindah dari satu daerah ke daerah lainnya.

”Kalau lukisan yang ini, menceritakan tentang seseorang yang pindah ke kota, yang selalu mengadopsi tren atau gaya kota tujuan, dan selalu meninggalkan gaya lokalnya, padahal sebenarnya ia bisa menunjukkan ciri khas daerah asalnya tanpa harus malu,” jelas Sanny sambil menunjukkan karyanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Menurut Sanny, seni lukis menjadi hal yang sangat penting baginya. Dengan seni, ia menyadari bahwa dunia ini penuh akan warna. Ia selalu menemukan hal-hal menarik yang kemudian ia tuangkan ke dalam kanvasnya.

”Seni itu, tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Yang penting kalau menurut saya, enak dilihat dan bisa dinikmati. Saya selau melukis objek-objek yang menurut saya menarik dan enak dilihat, tentunya kalau sedang tidak sibuk kuliah,” tambah gadis asal Semarang ini.

Sanny mengakui terkadang kesulitan dalam membagi waktu antara kuliah dan melukis. Meskipun begitu, ia selalu memanfaatkan celah untuk tetap menyalurkan hobinya ini. Ke depan, Sanny akan menggunakan keterampilan melukis untuk menunjang karirnya sebagai seorang perawat.

”Biasanya kalau di perawatan anak, akan lebih mudah menyembuhkan anak yang sedang depresi dengan mengajaknya untuk melukis. Saya ingin memanfaatkan hobi saya ini, untuk menunjang pekerjaan saya nanti,” tutup Sanny. (mg23/aro/ce1)