SEMANGAT: Ratusan relawan bekerja keras membersihkan sungai di Kota Pekalongan, kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEMANGAT: Ratusan relawan bekerja keras membersihkan sungai di Kota Pekalongan, kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEMANGAT: Ratusan relawan bekerja keras membersihkan sungai di Kota Pekalongan, kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN – Ratusan Relawan Bersih-bersih sungai di Kota Pekalongan kecewa dengan sikap Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan yang dinilai tidak perduli dengan kebersihan kota. Buktinya, janji pemkot untuk memberikan bantuan peralatan untuk membersihkan Sungai Bremi tidak sesuai harapan. Awalnya Pemkot menjanjikan bantuan 1 unit bego, 2 truk sampah, 1 L300 dan 4 motor Viar pengangkut. “Tapi ketika kegiatan berlangsung, kami hanya dibantu hanya 2 truk sampah dan satu L300 saja,” kata Ketua umum Komunitas Peduli Kali Loji (KPKL), Titik Nuraini.

Ia menambahkan, kegiatan bersih sungai merupakan bagian dalam memperingati Hari Bumi. Namun pihaknya prihatin dengan komitmen dari pemerintah kota, karena peralatan yang dibutuhkan tidak terealisasi dengan baik. Danlanal TNI Al Tegal, Letkol Laut P Isswarto mengatakan, kekecewannya terhadap sikap Pemkot. Ia menambahkan, ketika alat berat yang dijanjikan Pemkot datang terutama bego, tentu akan lebih mudah untuk memberihkan sungai. “Awalnya kami pesimis bisa mengangkat sampahnya, karena sangat kesulitan dalam membersihkan sungai Bremi ini. Yang sangat butuh tentunya Bego, karena enceng gondoknya sangat tebal, jadi butuh alat berat. Namun dengan bantuan komunitas dan warga masyarakat akhirnya bisa dilakukan. Jika alat bantuan diberikan sesuai penyataan kemarin tentunya kerja kami bisa lebih cepat,” katanya.

Pihaknya berharap, Pemkot bisa total membantu secara maksimal ketika ada kegiatan serupa. Sebab, kegiatan itu dilakukan demi kepentingan warga Kota Pekalongan. “Tadi sebenarnya saya sudah mengontak walikota, beliaunya tidak bisa datang karena ada urusan ke Jakarta,” tambahnya.

Aliran sungai Bremi yang dibersihkan yang dekat dengan perkampungan. Langkah itu dilakukan sebagai pancingan kepada masyarakat. “Masyarakat juga harus sadar, agar jangan membuang sampah sembarangan. Karena saat encek gondok diangkat, ternyata bawahnya banyak sampah,” tambahnya.

Dalam kegiatan bersih kali ini, diikuti ratusan relawan bersama KPKL (Komunitas Peduli Kali Loji), Kanzuz Sholawat, Tagana, Mapala Unikal, Mapala Muhamadiyah, Karangtaruna Desa setempat dan dibantu 60 personel dari TNI Al tegal. Sehingga relawan gabungan dalam kegiatan kemarin bisa sampai 350 orang.

Para relawan membersihkan aliran sungai sepanjang 200 meter di sekitar perkampungan warga. TNI AL menegaskan bakal terus memberikan bantuan rutin setiap kali ada kegiatan bersih sungai. (han/fth)