KOMPAK: Anggota Komunitas Pencinta Iguana Semarang (KPIS) saat melakukan kopi darat beberapa waktu lalu. (DOK: PRIBADI)
KOMPAK: Anggota Komunitas Pencinta Iguana Semarang (KPIS) saat melakukan kopi darat beberapa waktu lalu. (DOK: PRIBADI)
KOMPAK: Anggota Komunitas Pencinta Iguana Semarang (KPIS) saat melakukan kopi darat beberapa waktu lalu. (DOK: PRIBADI)

Sejumlah anak muda Kota Semarang menyalurkan hobinya dengan mengoleksi hewan langka berupa iguana. Mereka tergabung dalam Komunitas Pencinta Iguana Semarang (KPIS). Seperti apa?

AHMAD FAISHOL, Semarang

TIDAK banyak yang mengetahui jika iguana merupakan binatang yang lucu. Sebab, tampilannya yang garang membuat siapa pun yang kali pertama melihatnya akan merasa ketakutan. Namun berkat komunitas ini, binatang asal Amerika Latin ini dapat menjadi sahabat yang menyenangkan.

Ketua KPIS, Indra Jaya, mengungkapkan, tujuan dibentuknya komunitas tersebut memang untuk memberikan hiburan dan mengenalkan seluk-beluk hewan yang mirip bunglon itu kepada masyarakat. Tidak heran jika kemudian mereka selalu menggelar pameran pada saat event-event tertentu. Seperti pada saat pameran buku di Gedung Wanita Semarang beberapa waktu lalu.

”Kami juga rutin mengenalkannya kepada masyarakat luas dalam acara CFD (Car Free Day) setiap hari Minggu di Jalan Pahlawan Semarang,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Indra mengaku tidak menyangka dengan hadirnya komunitas ini ternyata disambut positif oleh warga Kota Semarang. Hal ini terlihat saat acara CFD yang digelar setiap Minggu pagi. Banyak pengujung yang terhibur dengan kehadiran mereka. ”Bahkan banyak pengunjung yang tak sabar ingin berfoto bersama hewan-hewan yang kami bawa,” katanya.

Diceritakan Indra, komunitas ini berdiri pada 14 Februari 2013 lalu. Berawal dari kegelisahan enam orang pencinta binatang iguana yang merasa perlu untuk membuat sebuah komunitas. Menurutnya, hanya Kota Semarang yang belum memiliki komunitas iguana dibanding dengan kota-kota besar lainnya. ”Setelah ada komunitas ini, orang-orang yang sebelumnya memiliki iguana untuk dirawat di rumah, akhirnya banyak yang mulai bergabung,” ujarnya.

Tidak heran, jika kemudian anggota komunitas tersebut terus meningkat meski baru berjalan dua tahun. Dari yang awalnya hanya enam orang, kini sudah mencapai 30 orang yang aktif. Mereka juga lebih intens untuk menjalin hubungan dengan komunitas serupa dari bebagai kota besar lainnya. Hal tersebut tak lain untuk menambah pengalaman dan juga teman. ”Kami senang komunitas ini menjadi wadah untuk belajar dan berbagi bersama. Kita bisa belajar bagaimana menjinakkan, memelihara, merawat, dan lain sebagainya,” terangnya.

Di luar itu, lanjut Indra, komunitas yang dipimpinnya juga sering mengadakan bakti sosial. Seperti yang dilakukan di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kota Semarang baru-baru ini. Menurutnya, hal tersebut sebagai bentuk kepedulian kepada sesama yang membutuhkan. ”Kami berharap semoga dengan adanya komunitas ini dapat memberikan manfaat bagi semua,” katanya. (*/aro/ce1)