Hendi Ingin Potensi Jamu Dikembangkan

95
GERAKAN MINUM JAMU: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersama muspida bersama-sama minum jamu saat pencanangan gerakan minum jamu. (MUHAMMAD RIZAL KURNIAWAN/JAWA POS RAADR SEMARANG)
GERAKAN MINUM JAMU: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersama muspida bersama-sama minum jamu saat pencanangan gerakan minum jamu. (MUHAMMAD RIZAL KURNIAWAN/JAWA POS RAADR SEMARANG)
GERAKAN MINUM JAMU: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersama muspida bersama-sama minum jamu saat pencanangan gerakan minum jamu. (MUHAMMAD RIZAL KURNIAWAN/JAWA POS RAADR SEMARANG)

SEKAYU – Sebanyak 123 produk Industri Kecil Menengah (IKM) Kota Semarang mengikuti Semarang Industri Expo yang diselenggarakan dalam rangka HUT ke-468 Kota Semarang. Aneka produk unggulan Kota Semarang dipamerkan dalam pameran yang dibuka langsung oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Jumat (17/4).

Pameran yang digelar di Gedung Lawang Sewu ini terbuka untuk masyarakat umum dan gratis. Para pengunjung dapat menikmati berbagai produk unggulan dari IKM Kota Semarang binaan dari Disperindag, perguruan tinggi, sekolah menengah, serta para pelaku industri menengah dan besar yang ada di Kota Semarang. Produk unggulan seperti batik, mebel, kerajinan tangan, batu akik, makanan hingga jamu dipamerkan di setiap ruang pamer yang ada di lantai 1 dan 2 Gedung Lawang Sewu.

Event Semarang Industri Expo ini, menurut wali kota, diharapkan dapat menjadi media mengenalkan berbagai produk-produk IKM Kota Semarang yang berkualitas. Dengan demikian, produk-produk tersebut mampu bersaing menghadapi pasar nasional, internasional, termasuk kebijakan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Upaya pemerintah dalam mendorong IKM ini, harapannya juga dapat menyediakan lapangan kerja baru bagi masyarakat yang saat ini dirasa tidak berimbang dengan angkatan kerja yang ada.

”Kota Semarang yang 2 Mei mendatang genap berusia 468, memiliki cikal bakal potensi yang luar biasa banyak dari para leluhur. Tugas sebagai generasi penerus adalah mengembangkan segala potensi yang ada termasuk memberikan perbaikan atau peningkatan bagi potensi-potensi yang belum tergali dengan baik,” terangnya.

Bersamaan dengan pembukaan Semarang Industri Expo ini, wali kota juga mencanangkan gerakan minum jamu di Kota Semarang. Pencanangan gerakan minum jamu ditandai dengan ditabuhnya gendang bersama oleh wali kota, muspida, Ketua Tim Penggerak PKK dan Kepala Disperindag dilanjutkan dengan minum jamu bersama.

Gerakan minum jamu ini mewajibkan kepada seluruh instansi di Kota Semarang untuk wajib menyediakan dan mengonsumsi jamu setiap hari Jumat. Dengan gerakan ini harapannya jamu sebagai salah satu potensi Kota Semarang dapat berkembang dengan baik. Pemerintah, lanjutnya, juga akan serius dalam mengembangkan usaha jamu gendong yang ada di Kota Semarang.

”Kami secara serius akan mengembangkan usaha jamu gendong baik dengan pelatihan, pengembangan keterampilan, penguatan peralatan, dan lainnya,” ungkap wali kota yang akrab disapa Hendi ini.

Event Semarang Industri Expo ini digelar selama 3 hari hingga Minggu (19/4) mendatang. Pengunjung dapat mengunjungi berbagai stan pameran yang ada mulai pukul 09.00 hingga 21.00. Namun, khusus Minggu acara akan dimulai pukul 06.00 dengan gelaran lomba kreasi memasak ikan laut bertajuk Cita Rasa Spekta 468 Kota Semarang yang diikuti oleh ibu-ibu Dharma Wanita, PKK dan GOW Kota Semarang. Event ini juga diisi dengan workshop, pelatihan dan lomba drapping, dress painting, hijab, serta demo kecantikan. (zal/aro/ce1)