Ganjar Kantongi Tiga Nama

117

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku telah menerima amplop berisi nama-nama yang direkomendasikan untuk menduduki jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jawa Tengah. Amplop tersebut diberikan Tim panitia seleksi (Pansel) lelang Kabiro Umum yang diketuai Prof Endang Larasati.

”Sudah disampaikan kepada saya. Itu amplopnya (menunjuk apa yang dibawa ajudan). Tapi belum saya buka. Biar pada deg-degan,” ungkap Ganjar usai memimpin diskusi terkait penggunaan alat tangkap cantrang di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah, Jumat (17/4).

Dia menyatakan belum bersedia untuk membeberkan nama-nama tersebut. Sebab akan melakukan interview dahulu kepada yang bersangkutan. Menurutnya, sesuai laporan yang diterima, ada tiga nama terbaik yang direkomendasikan. ”Mudah-mudahan minggu depan sudah selesai dan tinggal dilantik,” imbuhnya saat ditanya target akhir.

Sebelumnya, Prof Endang Larasati menyatakan proses seleksi terbuka lelang jabatan tersebut dimulai sejak 9 Maret dengan menelan anggaran Rp 200 juta. Sebanyak 25 pegawai negeri sipil (PNS) dari seluruh Indonesia diketahui ikut mendaftar. Namun hanya 18 orang yang dinyatakan memenuhi syarat administratif. Setelah itu dilakukan uji gagasan tertulis dan menyisakan 12 orang.

Pada proses selanjutnya adalah uji kompetensi. Mereka yang lolos berhak melanjutkan tahapan selanjutnya yakni psikotes dari Mabes Polri, penelusuran rekam jejak, dan wawancara dengan pansel. Dalam tahapan ini hanya ada enam orang yang terpilih. Hanya saja, Endang enggan menyebutkan nama-namanya dengan alasan kehati-hatian.

Endang menegaskan, Kabiro Umum merupakan pejabat yang memiliki tugas manajerial ganda. Oleh karenanya, mereka yang terpilih hanyalah yang cerdas, piawai dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) serta memiliki wawasan pelayanan yang tidak hanya prima tetapi juga memiliki kemampuan yang excellent. ”Biro Umum itu wajahnya provinsi. Sehingga dibutuhkan sosok yang memiliki jiwa pelayanan publik yang bagus di samping juga pelayanan secara internal,” pungkas salah satu guru besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro Semarang itu.

Untuk diketahui, Jabatan Kepala Biro Umum Setda Jateng telah lama kosong sejak Januari 2015 lalu. Hal ini dikarenakan pejabat yang lama yakni Raharjanto dimutasi menjadi Kepala Biro Bina Mental Jateng. Sebelumnya, Pemprov Jateng diketahui juga pernah melakukan lelang jabatan. Sebanyak enam pejabat berhasil dipilih dan dilantik pada awal Januari 2015 lalu. (fai/ric/ce1)