Anak Kades Curi Motor

166

KAJEN – Nekat. Itulah yang dilakukan M. Rifai, 19, warga Desa Werdi Kecamatan Wonokerto dan Arfan, 21, warga Desa Kauman Kecamatan Wiradesa. Mereka nekat mencuri motor milik Pemandu Lagu (PL) di Kafe Desa/Kecamatan Siwalan. Yang parah, seorang pelaku ternyata merupakan seorang anak Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Pekalongan.

Beruntung, aksinya berhasil dibongkar dan keduanya berhasil dibekuk Satreskrim Polsek Sragi. “Pelakunya dua orang, salahsatunya, yang menjadi dalang, anak seorang kepala desa,” kata Kapolsek Sragi, AKP Sukirwanta.

Ia menambahkan, pencurian sepeda motor Yamaha Mio G, G 4978 MT milik Uswatun, 17, warga Desa Dadirejo Kecamayan, terjadi di sebuah kafe di wilayah Pantura pada Kamis (16/4) sekitar pukul 21.30. Pelaku dengan mudah bisa mengambil sepeda motor korban lantaran kunci motor tertinggal di lubang kunci jog.

Tersangka Rifai mengatakan, ia dan Arfi mendatangi lokasi menggunakan sepeda motor Yamaha Mio Soul, G 2447 HT. Agar tidak mencurigakan, keduanya memarkir kendaraan tepat di samping sepeda motor korban. “Awalnya kami utak-atik, pakai kunci motor yang saya bawa (Mio Soul, red), tapi tidak bisa. Ternyata, kunci motor milik korban (Mio G, red) masih nggantung di jog,” katanya.

Setelah berhasil menyalakan mesin motor curian, ternyata kunci motor pelaku yang semula digunakan untuk menjebol motor korban rusak. Untuk mengamankan hasil curian, para pelaku meninggalkan sepeda motor mereka (Mio Soul, red) di lokasi kejadian. “Kami pergi dulu, bawa motor curian. Lalu kami datang lagi sama tukang kunci,” imbuhnya.

Saat itulah, korban (Uswatun, red) merasa curiga terhadap dua pemuda dengan tukang kunci itu. “Saya keluar, motor saya sudah tidak ada. Teman saya ada yang melihat, dua orang itu (pelaku, red) yang membawa motor saya,” katanya.

Tersangka Arfi mengatakan, sepeda motor curian itu sengaja disembunyikan di sebuah tempat pijat. “Sepeda motor itu dititipkan di tempat tukang pijat, saya pulang pakai motor teman,” katanya. Keduanya dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. (hil/fth)