Penyakit Kulit dan ISPA Serang Warga Perbatasan

101
SANGAT MEMBANTU: Sejumlah prajurit TNI Pamtas Yonif 400/Raider memberikan pelayanan kesehatan kepada warga Arso, Kabupaten Keerom, yang rata-rata terserang penyakit kulit dan ISPA. (KODAM FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)
SANGAT MEMBANTU: Sejumlah prajurit TNI Pamtas Yonif 400/Raider memberikan pelayanan kesehatan kepada warga Arso, Kabupaten Keerom, yang rata-rata terserang penyakit kulit dan ISPA. (KODAM FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)
SANGAT MEMBANTU: Sejumlah prajurit TNI Pamtas Yonif 400/Raider memberikan pelayanan kesehatan kepada warga Arso, Kabupaten Keerom, yang rata-rata terserang penyakit kulit dan ISPA. (KODAM FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)

KEEROM – Sedikitnya 563 warga perbatasan di wilayah Arso, Kabupaten Keerom, Jayapura, memanfaatkan pengobatan masal yang digelar oleh Satgas Pamtas Yonif 400/Raider bekerja sama dengan sebuah BUMN bidang perminyakan, di halaman Komando Taktis (Kotis) Arso Kota, Kabupaten Keerom, Rabu (15/4). Selain pengobatan gratis juga membagikan sembako kepada warga setempat.

Danrem 172/PWY Kolonel Inf Tri Yuniarta mengatakan, pengobatan gratis tersebut sangat membantu masyarakat sekitar. Terlihat dari jumlah warga yang hadir melebihi dari target yang direncanakan. ”Masyarakat yang hadir ternyata melebihi dari yang direncanakan, namun yang terpenting bagi kami TNI dapat membantu masyarakat khususnya penanganan di bidang kesehatan,” terangnya.

Komandan Batalyon 400/Raider sekaligus sebagai Dansatgas Letnan Kolonel Infanteri Heri Bambang Wahyudi menjelaskan, selain melaksanakan tugas pengamanan perbatasan RI-PNG, pihaknya juga melaksanakan pembinaan teritorial untuk membantu kesulitan masyarakat sekitar. ”Salah satunya dengan menyelenggarakan pengobatan masal ini. Kita juga melakukan kegiatan lain seperti pendampingan dalam pendidikan, pertanian, perikanan dan lain-lain,” tandasnya.

Sementara itu, salah seorang panitia penyelenggara, Muhammad Irfan menyampaikan, kegiatan terpadu gelar kegiatan sosial berupa pengobatan masal dan pembagian sembako seperti ini sudah sering dilakukan bekerja sama dengan TNI. ”Program ini sangat positif dan dibutuhkan masyarakat. Oleh karena itu, kami akan melanjutkan dan terus bekerja sama dengan TNI dan institusi lainnya di lokasi lain yang sangat membutuhkan,” katanya.

Sedikitnya 563 warga memanfaatkan pengobatan gratis tersebut. Dari ratusan warga yang berobat, rata-rata terserang penyakit kulit dan ISPA (infeksi saluran pernafasan atas). ”Penyakit yang dominan dikeluhkan oleh warga antara lain, batuk, pilek, diare, gata-gatal, dan penyakit kulit serta yang paling banyak penyakit ISPA,” jelasnya.

Kegiatan pengobatan masal dan pembagian sembako ini disambut baik oleh masyarakat setempat dan harapkan program seperti ini dapat terus berlanjut sehingga masyarakat yang ada di perbatasan bisa mendapatkan pelayanan kesehatan, karena ternyata masih banyak warga yang minim mengenai pengetahuan tentang pentingnya kesehatan walaupun di sekitar mereka sudah ada fasilitas kesehatan. Semoga dengan adanya kegiatan ini kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan menjadi lebih baik lagi. (*/zal/ce1)