Kembangkan Pembangunan Berbasis Lingkungan

98
GREEN ECONOMY: Project Director GE-LAMA-I Helmut Dotzauer saat melakukan penandatanganan berita acara kerja sama dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo serta tiga bupati yang bersangkutan. (Biro HUMAS SETDA JATENG FOR Radar Semarang)
GREEN ECONOMY: Project Director GE-LAMA-I Helmut Dotzauer saat melakukan penandatanganan berita acara kerja sama dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo serta tiga bupati yang bersangkutan. (Biro HUMAS SETDA JATENG FOR Radar Semarang)
GREEN ECONOMY: Project Director GE-LAMA-I Helmut Dotzauer saat melakukan penandatanganan berita acara kerja sama dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo serta tiga bupati yang bersangkutan. (Biro HUMAS SETDA JATENG FOR Radar Semarang)

SEMARANG – Provinsi Jawa Tengah baru saja ditetapkan sebagai daerah percontohan atau pilot project dalam pembangunan ekonomi berbasis lingkungan dan mitigasi lokal antara pemerintah Indonesia dan Jerman. Program yang bertajuk Green Economy and Locally Appropriate Mitigation Action in Indonesia (GE-LA-MA-I) itu rencananya akan dilaksanakan selama empat tahun di tiga kabupaten di Jawa Tengah. Yaitu Purworejo, Banyumas dan Banjarnegara.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, latar belakang terpilihnya provinsi ini sebagai pilot project lantaran persentase kawasan tutupan hutan di Jawa Tengah meningkat dari 30 persen menjadi 40 persen. Meski meningkat, ia mengaku khawatir kawasan hijau di Jawa Tengah akan menyusut mengingat kebutuhan lahan tiap tahun semakin tinggi. ”Karenanya, perlu ada proteksi terhadap kawasan hijau tutupan dengan teknologi yang ramah lingkungan,” ungkapnya.

Dari Kementerian Lingkungan Hidup Jerman, lanjut Ganjar, kemudian menawarkan kerja sama dalam bidang green economy. Khususnya pengelolaan pertanian dan kehutanan. Hal ini juga sesuai dengan program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Tengah yang terus berupaya mendorong pertanian namun juga tetap mengonservasi hutan. ”Agar program tersebut berhasil, perlu adanya keseimbangan perencanaan pembangunan, khususnya pengelolaan tata ruang,” ujarnya.

Sementara itu, Project Director GE-LAMA-I Helmut Dotzauer mengatakan kerja sama ini menekankan bagaimana cara menurunkan emisi karbon yang dihasilkan dari pertanian yang dapat merusak lingkungan. Dengan teknologi dan konsep baru, dirinya meyakini kehutanan dan pertanian di Jawa Tengah dapat berjalan beriringan dalam menurunkan emisi karbon. ”Tujuan penting dari kerja sama ini adalah mendampingi para petani dan masyarakat di pedesaan agar ke depannya dapat melakukan pengurangan emisi di pertanian secara mandiri,” terangnya. (fai/ric/ce1)