TINGKATKAN PELAYANAN: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat melantik lima dewan pengawas RSUD Kota Semarang. Diharapkan peran dewan pengawas dapat membantu dalam peningkatan pelayanan kesehatan. (FOTO: M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TINGKATKAN PELAYANAN: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat melantik lima dewan pengawas RSUD Kota Semarang. Diharapkan peran dewan pengawas dapat membantu dalam peningkatan pelayanan kesehatan. (FOTO: M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TINGKATKAN PELAYANAN: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat melantik lima dewan pengawas RSUD Kota Semarang. Diharapkan peran dewan pengawas dapat membantu dalam peningkatan pelayanan kesehatan. (FOTO: M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Rumah sakit umum daerah (RSUD) Kota Semarang (RS Ketileng) dituntut meningkatkan standar pelayanan kesehatan kepada pasien. Tak terkecuali pasien dari golongan tidak mampu.

Tuntutan tersebut disampaikan langsung Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, saat melantik lima dewan pengawas Badan Layanan Umum (BLU) RSUD Kota Semarang, Kamis (16/4) kemarin. Selain peningkatan pelayanan, Hendi, sapaan akrab wali kota juga meminta pembenahan internal manajemen RUSD. Hal itu penting dilakukan untuk memotivasi peningkatan sumber daya manusia. Selain itu memperhatikan hak pekerja sesuai peraturan perundangan.

”Peningkatan sarana dan prasarana juga perlu dikembangkan RSUD Kota Semarang ini. Hal ini untuk mengurangi berbagai amcam keluhan dari pasien. Kalau ini berjalan sesuai irama dan keinginan untuk sebuah semangat memperbaiki rumah sakit, hakikatnya pelantikan dewan pengawas ini bisa dirasakan manfaatnya di kemudian hari,” katanya.

Lima dewan pengawas BLU RSUD Kota Semarang masa bakti tahun 2013-2018, yakni Direktur RSUP dr Kariadi, Bambang Wibowo, selaku Ketua Dewan pengawas, Mahfudz Ali, Widoyono Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Endang Pakar Akuntansi dan Abimanyu mantan Direktur RSUD Kota Semarang.

”Kita berharap banyak kepada dewan pengawas yang baru kita lantik ini, kita nantikan masukan-masukan dan saran membangun terkait dengan perbaikan manajemen maupun pengelolaan di RSUD Kota Semarang ini,” harap wali kota.

Ketua Dewan Pengawas, Bambang Widodo mengatakan dalam peraturan tertulis tidak boleh ada kepentingan tertentu. Secara konvensional dewan pengawas dalam peraturan pemerintah, awalnya dibentuk sebagai pengawas keuangan. ”Setelah ada keputusan Menkes satu tahun yang lalu, tugas dewan pengawas bertambah dengan pengawasan terhadap mutu, pelayanan dan kinerja di rumah sakit,” ungkapnya.

Sementara, Direktur RSUD Kota Semarang, Susi Herawati sangat menyambut baik adanya dewan pengawas RSUD Kota Semarang. Menurutnya, hal tersebut akan semakin meningkatkan mutu dan kualitas terhadap RSUD Kota Semarang. ”Sehingga koordinasi, masukan, saran membangun sangat kami nantikan untuk meningkatkan mutu rumah sakit ini,” pungkasnya. (mha/zal/ce1)