Demi PSKS, Warga Rela Antre Berjam-Jam

98
ANTRE LAMA : Sebagian warga penerima dana bantuan PSKS di Kecamatan Kendal, terpaksa mengantre lama, lantaran belum jadwalnya pengambilan sudah datang duluan. (BUDI SETIYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ANTRE LAMA : Sebagian warga penerima dana bantuan PSKS di Kecamatan Kendal, terpaksa mengantre lama, lantaran belum jadwalnya pengambilan sudah datang duluan. (BUDI SETIYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ANTRE LAMA : Sebagian warga penerima dana bantuan PSKS di Kecamatan Kendal, terpaksa mengantre lama, lantaran belum jadwalnya pengambilan sudah datang duluan. (BUDI SETIYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Pembagian Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) di Kantor Pos Kaliwungu Selatan diwarnai antrean panjang dan penuh desak-desakkan. Banyak pula warga yang mengantre hingga dua jam untuk menunggu giliran mendapatkan dana bantuan sebesar Rp 600 ribu untuk jatah tiga bulan.

Hal ini karena banyak warga yang belum jadwalnya melakukan pengambilan, sudah datang lebih awal. Akibatnya, terpaksa menunggu warga dari desa lain yang jatahnya pada hari kemarin hingga selesai mengambil.

Yang rela menunggu di depan Kantor Pos Kaliwungu selama berjam-jam adalah puluhan warga Desa Kedungsuren dan Sidomakmur, Kaliwungu Selatan. Mereka mengaku takut tidak kebagian dana, sehingga memilih datang lebih pagi dan rela menunggu berjam-jam.
Menurut warga, jadwal dari Dinsos untuk mengambil dana tersebut setelah pukul 11.00 siang. Namun karena lokasi desanya jauh dari Kantor Pos, yakni sekitar 15 kilometer ,warga ini datang berkelompok lebih pagi, agar tidak terlambat dan takut tidak kebagian.

Turyati, 40, mengaku dana bantuan ini akan digunakan untuk membayar sekolah dan membeli perlengkapannya sekolah untuk anak-anaknya. “Datang pagi karena takut nanti tutup dan tidak kebagian. Tapi saat sampai disini, ternyata jatahnya nanti siang. Terpaksa mengantre berjam-jam,” kata Turyati, kemarin.

Petugas Dinsos sempat kuwalahan membendung warga yang belum jadwalnya mengambil, meminta untuk dilayani. Begitu juga saat pengambilan, banyak warga penerima yang diwakilkan oleh saudaranya tanpa membawa surat kuasa atau surat keterangan dari desa setempat.

Salah seorang petugas Dinsos, Abdul Hakim mengatakan bahwa setiap hari ada dua desa yang dilayani. “Pembagian jadwal ini dilakukan agar tidak terjadi antrean panjang dan saling berebut saat pengambilan. Sehari bisa melayani antara 200 sampai 250 penerima,” katanya.

Pihak Dinsos sendiri sebenarnya sudah memberikan pengertian kepada warga yang akan mengambil. Seyogyanya melihat jadwal pengambilan sehingga tidak menunggu lama di kantor pos. “Selain itu, jika tidak bisa mengambil pada jadwal yang sudah ditentukan, warga penerima PSKS bisa mengambil langsung di Kantor Pos setempat,” tuturnya. (bud/ida)