PENUH HARU: Kapolrestabes Semarang lama, Kombes Pol Djihartono (depan) saat dilepas oleh anggotanya dan Kapolrestabes baru, Kombes Pol Burhanudin. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENUH HARU: Kapolrestabes Semarang lama, Kombes Pol Djihartono (depan) saat dilepas oleh anggotanya dan Kapolrestabes baru, Kombes Pol Burhanudin. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENUH HARU: Kapolrestabes Semarang lama, Kombes Pol Djihartono (depan) saat dilepas oleh anggotanya dan Kapolrestabes baru, Kombes Pol Burhanudin. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Suasana haru biru mewarnai acara pisah sambut Kapolrestabes Semarang. Sejumlah anggota polisi tak mampu membendung air mata saat melepas kepergian Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono di halaman Mapolrestabes Semarang, Kamis (16/4) sore.

ABDUL MUGHIS

KAPOLRESTABES Semarang yang baru, Kombes Pol Burhanudin tiba sekitar pukul 16.00 di halaman Mapolrestabes Semarang. Puluhan pasukan bersenjata samurai yang telah berbaris rapi di depan kantor polisi tersebut. Burhanudin melangkah dengan tenang didampingi istri tercintanya. Tampak anggota berbaju batik mengalungkan rangkaian bunga di leher Burhanudin. Ia langsung disambut oleh Djihartono yang juga bersama istrinya.

Dua perwira polisi itu pun berpelukan di bawah taburan bunga beraroma melati. Mereka lantas berjalan menuju sebuah ruangan di Mapolrestabes Semarang untuk berbincang. Tak lama setelah itu, keduanya diiring untuk mengikuti prosesi pisah sambut. Kedua pejabat penting itu diiring mengelilingi Mapolrestabes Semarang. Ratusan anggota, mulai pejabat utama di polrestabes, hingga seluruh pejabat polsek, telah berbaris rapi menyambutnya.

Djihartono bersama Burhanudin berjalan menyapa ratusan anggota jajaran Polrestabes Semarang. Suasana haru memuncak saat lagu sayonara dikumandangkan. Sejumlah anggota polisi, tak sanggup menahan air mata yang berkaca-kaca.

Djihartono hanya bisa terkatup. Matanya tampak berkaca-kaca. Ia terus tersenyum sembari melangkahkan kaki. Djihartono tampak kaget saat sejumlah perwira tiba-tiba mengangkat dan mengantarkannya sampai pintu mobil Toyota Kijang Innova warna hitam. Ia hanya bisa terharu sembari melambaikan tangannya.

Djihartono meninggalkan Polrestabes Semarang, karena mendapat tugas di tempat baru sebagai Kabag Kerma Biro Pembinaan dan Operasional Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Mabes Polri.

Kapolrestabes baru, Kombes Pol Burhanudin, saat ditemui wartawan mengatakan, ia terharu atas sambutan hikmat oleh seluruh jajaran Polrestabes Semarang. ”Saya siap menjalankan tugas. Sebagai pejabat baru, saya akan meneruskan program pimpinan yang lama. Saya menjalankan tugas sesuai tupoksi yang telah ada dan tersusun,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Burhanudin sebelumnya menjabat sebagai Kepala Sekolah Polisi Negara (SPN) Purwokerto. Ia mengatakan, akan terus meningkatkan kondisi Kota Semarang yang kondusif, aman, tertib dan nyaman.

”Bagaimana pun Semarang merupakan kota besar. Intensitas aktivitas masyarakatnya tinggi sehingga butuh ekstrakeras meningkatkan keamanan. Sehingga masyarakat aman, nyaman dan kondusif,” ujarnya.

Sebelumnya, Kombes Pol Djihartono maupun Kombes Pol Burhanudin telah mengikuti acara sertijab di aula Mapolda Jateng, Kamis (16/4) pagi. Lima pejabat utama lain juga menerima tugas baru. Yakni, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Kombes Pol Istu Hari Winarto, dimutasi menjadi Kabag Renmin Korps Lalu Lintas Polri. Posisinya digantikan Kombes Pol Benyamin, yang sebelumnya Anjak Korlantas Polri.

Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Kombes Pol Nasib Simbolon, digeser menjadi Penyidik Utama Tingkat I Biro Wassidik Bareskrim Polri. Penggantinya, Kombes Pol Eko Widodo. Berikutnya, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Kombes Pol Djoko Poerbo Hadijoyo yang dimutasi menjadi Pamen Mabes Polri dalam rangka pendidikan Lemhanas. Penggantinya Kombes Pol Edi Mustofa, yang sebelumnya Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Selatan.

Kepala Bidang Hukum (Kabidkum) Kombes Pol Supraptono menjadi Pamen Polda Jateng dalam rangka pensiun. Posisinya digantikan Irbidops Itwasda Polda Jateng, AKBP Asep Jenal.

Selain keempat pejabat utama itu, Wadir Binmas Polda Jateng AKBP Augustinus Pangaribuan juga dimutasi menjadi Direktur Reserse Kriminal Narkoba Polda Lampung. Posisinya digantikan AKBP Murdoko yang sebelumnya Kapolres Kudus. Kepala SPN Purwokerto Polda Jateng yang ditinggalkan Burhanuddin digantikan oleh AKBP Purwanto, sebelumnya Wakil Dirreskrimum Polda Sumsel.

Selain itu, ada 11 Kapolres lainnya yang dimutasi. Yakni, Kapolres Semarang AKBP Muslimin Ahmad dimutasi menjadi Kabag Dalpres Biro SDM Polda Jateng. Posisinya diisi AKBP Latief Usman, yang sebelumnya Kabag Pal Sarpras Polda Maluku Utara. Sementara Kabag Dalpres Biro SDM Polda Jateng sebelumnya, yakni AKBP Adi Wibowo menjadi Anektur Itwil Itwasum Polri.

Kapolres Kendal AKBP Harryo Sugihhartono dimutasi menjadi Kapolres Brebes. Posisinya diisi AKBP Widiatmoko, sebelumnya Kapolres Batang. Jabatan Kapolres Batang ditempati oleh AKBP Joko Setiono sebelumnya Kasubdit Regident Dit Lantas Polda Jateng. Kapolres Brebes AKBP Ferdy Sambo menjadi Wakil Dirreskrimum Polda Metro Jaya.

Kapolres Temanggung AKBP Dwi Indra Maulana dimutasi menjadi Kapolres Blora menggantikan AKBP Mujiono yang menjadi Wakapolresta Jogjakarta. Sedangkan Kapolres Temanggung dijabat AKBP Wahyu Wimharjanto yang sebelumnya Pamen Lemdikpol.

Kapolres Demak AKBP Raden Setijo juga digeser menjadi Kapolres Pati, menggantikan AKBP Budi Haryanto. Budi Haryanto sendiri dipindah menjadi Wakil Dirreskrimum Polda Jateng. Posisi Kapolres Demak diisi AKBP Heru Sutopo, yang sebelumnya Kabag Ops Polrestabes Semarang.

Kapolres Purworejo AKBP Roma Hutajulu menjadi Wakapolres Metro Jakarta Pusat. Posisinya digantikan AKBP Theresia Arsida Septiana, sebelumnya Kasubbagmin Bag Renmin Itwasum Polri.

Sedangkan Kapolres Kudus AKBP Bambang Murdoko dimutasi menjadi Wakil Direktur Binmas Polda Jateng. Posisi Murdoko digantikan AKBP M. Kurniawan sebelumnya Kapolres Rembang. Posisi Kapolres Rembang diisi AKBP Winarto, sebelumnya Kakorsis SPN.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Nur Ali, mengatakan, pergantian jabatan ini memang sengaja dilakukan untuk penyegaran. ”Ini hal wajar. Saya berharap, setiap jajaran agar bisa membantu pimpinan yang baru. Begitu pun pejabat baru secepatnya harus mampu beradaptasi,” ujarnya. (*/aro/ce1)