BEBAS MINOL: Kepala Disperindag Kota Semarang, Nurjanah (paling kanan), saat memimpin sidak ke sejumlah minimarket untuk memantau penjualan minuman beralkohol. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BEBAS MINOL: Kepala Disperindag Kota Semarang, Nurjanah (paling kanan), saat memimpin sidak ke sejumlah minimarket untuk memantau penjualan minuman beralkohol. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BEBAS MINOL: Kepala Disperindag Kota Semarang, Nurjanah (paling kanan), saat memimpin sidak ke sejumlah minimarket untuk memantau penjualan minuman beralkohol. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Petugas Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Kota Semarang, Kamis (16/4) kemarin menggelar inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah minimarket di 6 kecamatan di Kota Semarang. Sidak dilakukan sebagai tindak lanjut turunnya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 6 tahun 2015 tentang pengendalian dan pengawasan terhadap pengadaan, peredaran, dan penjualan minuman beralkohol (minol).

Kepala Disperindag Kota Semarang, Nurjanah, kepada Jawa Pos Radar Semarang mengatakan, sesuai Permendag tersebut, penjualan atau peredaran minuman beralkohol golongan A tidak diperkenankan dijual di minimarket maupun pengecer.

”Minuman golongan A ini merupakan minuman beralkohol dengan kadar 0-5 persen,” jelasnya, Kamis (16/4) kemarin.

Dikatakan, sebelum melakukan pemeriksaan terhadap 70 minimarket di 6 kecamatan di Kota Semarang, pihaknya telah melakukan sosialisasi sejak tiga bulan lalu. Dalam sosialisasi tersebut, pihaknya meminta minimarket tidak menjual atau mengedarkan minuman beralkohol golongan A.

”Paling lambat 3 bulan, setiap minimarket harus menarik minuman golongan A dari peredaran. Aturan tersebut diterbitkan sejak 16 Januari 2015 lalu,” katanya.

Dalam sidak kemarin, pihaknya melakukan pemeriksaan di puluhan minimarket Indomaret dan Alfamart di 6 kecamatan, yakni Kecamatan Semarang Utara, Semarang Barat, Semarang Timur, Semarang Tengah, Gajahmungkur dan Genuk. Pihaknya membagi dalam beberapa tim, yang setiap tim terdiri atas 5 petugas.

”Tapi dalam sidak hari ini (kemarin) hasilnya nihil. Kita tidak menemukan satu pun minimarket yang masih menjual minuman terlarang tersebut,” terangnya.

Diakuinya, meski sudah tidak menemukan minuman beralkohol berkadar hingga 5 persen tersebut, pihaknya akan tetap akan rutin melakukan sidak terhadap minimarket. Menurutnya, tidak ditemukannya barang larangan tersebut merupakan bentuk apresiasi pemilik minimarket dalam menaati peraturan.

”Memang saya pernah ngobrol-ngobrol dengan pemilik minimarket. Mereka sudah tidak menjual minuman yang dilarang itu sejak 1-2 bulan sosialisasi kami lakukan,” katanya.

Pihaknya berjanji akan terus melakukan pengawasan dan pemantauan rutin pada seluruh minimarket di Kota Semarang yang mencapai 459 titik. Ia juga berharap masyarakat ikut membantu dalam melakukan pengawasan dan pemantauan.

Nurjanah akan mengambil tindakan tegas terhadap minimarket yang masih nekat menjual minuman beralkohol tersebut.
”Kalau filosofi dari pemerintah untuk melindungi moral dan budaya masyarakat. Jadi, masyarakat ikut membantu dalam pelaporan kepada kami jika mengetahui ada minimarket yang masih bandel menjual minuman larangan itu. Kami tidak segan untuk meninjau kembali izin minimarket tersebut jika terbukti menjual minuman beralkohol,” ancamnya. (mha/aro/ce1)