Tinggi, Angka Kematian Ibu dan Bayi

131
Kepala Dinkes Jateng Yulianto Prabowo. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS-RADAR SEMARANG)
Kepala Dinkes Jateng Yulianto Prabowo. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS-RADAR SEMARANG)
Kepala Dinkes Jateng Yulianto Prabowo. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS-RADAR SEMARANG)

KENDAL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jateng menyoroti kasus Ibu melahirkan dan bayi lahir meninggal di Kendal masih cukup tinggi. Berdasarkan laporan dari Dinkes Kendal ada sebanyak 19 kasus.

Kepala Dinkes Jateng, Yulianto Prabowo mengaku cukup prihatin dengan minimnya perhatian Pemkab Kendal terhadap ibu hamil dan ibu melahirkan. Menurutnya hal tersebut harus segera ditangani oleh pemerintah, sehingga angka ibu melahirkan dan bayi lahir meninggal bisa tekan jumlahnya. “Jika perhatian kurang, jelas akan mempengaruhi angka kematian ibu yang melahirkan dan bayi,” katanya, disela Rapat Koordinasi Program Kesehatan Deerah di ruangOperational Room Kantor Bupati Kendal, Rabu (15/4).

Yulianto menambahkan, Pemkab harus memperbaiki dan memberikan kemudahan layanan kesehatan kepada ibu hamil. Yakni dengan melengkapi peralatan medis dan tambahan dokter serta tambahan ruang rawat inap di tiap-tiap puskesmas. Sebab di Kendal dari 20 kecamatan baru ada sekitar 30 puskesmas. “Itupun yang sudah memiliki fasilitas ruang rawat inap hanya 10. Mestinya jumlah puskesmas ditambah dan jumlah ruang rawat inap juga ditambah,” imbuhnya.

Paling tidak, untuk Kendal, semestinya setiap kecamatan memiliki satu puskesmas yang lengkap alat medisnya dan juga memiliki ruang rawat inap yang memadai. Sehingga tidak ada lagi warga yang melahirkan di rumah atau di bidan.

Melahirkan di puskesmas menurutnya penting. Sebab banyak tersedia tenaga medis ketimbang di bidan desa dan cukup alat medis untuk bisa segera ditangani. Selain itu, jika membutuhkan tindakan medis yang cukup besar seperti operasi caesar bisa segera dirujuk ke rumah sakit.

Selain penambahan puskesmas dan ruang rawat inap, menurutnya penting adalah menambah jumlah dokter dan perawat. Satu puskesmas minimal memiliki empat orang dokter. “Tapi kenyataannya masih banyak sekarang ini yang hanya memiliki dua-tiga dokter saja,” tambahnya.

Selain itu penting juga bagi pemerintah memberikan pendidikan kepada masyarakat akan pentingnya kesehatan calon ibu dan janin. Sebab selama ini masyarakat kurang mendapatkan pengetahuan yang cukup tentang cara menjaga kesehatan ibu hamil dan janin. “Baik itu kecukupan gizi, senam, kesiapan mental untuk melahirkan dan sebagainya,” tambahnya.

Kepala Dinkes Kendal, Widodo tidak menampik jika angka kematian ibu dan anak tinggi. Dalam kurun waktu 2014 angka ibu melahirkan di Kendal ada sebanyak 19 kasus. “Tapi jumlah tersebut turun dari tahun 2013 sebanyak 21 kasus ibu dan bayi meninggal saat proses melahirkan,” katanya.

Sementara dari untuk penambahan puskesmas ataupun ruang rawat inap puskesmas menurutnya belum bisa dilakukan tahun ini. Baru bisa dilakukan tahun depan, itupun kemungkinan kecil lantaran menunggu anggaran dari pusat disetujui,” tambahnya. (bud/fth)