Pupuk Langka, Petani Kelimpungan

144

KAJEN-Para petani di Desa Doro Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan kesulitan mencari pupuk untuk tanaman padi. Kalau biasanya cukup mudah dibeli lewat toko langganannya, kini tak lagi ditemukan.

Seorang petani, Tardi, 50, mengungkapkan bahwa kelangkaan pupuk di desanya terjadi beberapa hari terakhir. “Hari-hari terakhir ini, saya kebingunan mencari pupuk. Di toko-toko yang biasa kami jadikan langganan, kini tidak ada,” ungkapnya, Rabu (15/4) kemarin.

Pemilik tanaman padi berusia dua pekan ini menyatakan bahwa keberadaan pupuk sangat penting bagi petani untuk menyuburkan tanaman padi. “Kalau tidak ada pupuk bagaimana? Padahal sekarang di desa kami, sudah mulai masuk masa tanam awal. Padi punya saya, usianya sudah dua pekan. Makanya kalau tidak ada pupuk kan repot,” jelasnya.

Terkait kesulitan pupuk yang mendera petani di Desa Doto Kecamatan Doro tersebut, Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (DPPK) Kabupaten Pekalongan, Sumarmo menyangkal jika di wilayah Kabupaten Pekalongan terjadi kelangkaan pupuk. “Memang, berdasarkan peraturan yang terbaru, pupuk harus dijual di toko atau kios yang khusus menjual pupuk. Tidak dijual di sembarang toko,” ungkapnya.

Untuk stok pupuk, kata dia, dipastikan masih mencukupi. Bahkan, secara rutin pihaknya melakukan pantauan ketersediaan pupuk di pasaran. “Tidak ada kelangkaan pupuk. Petugas yang di lapangan sudah saya cek. Mungkin masyarakat belum tahu, kalau ada aturan baru,” kata dia. Oleh karena itu, Sumarmo mengimbau, agar para petani membeli pupuk di toko-toko khusus penyedia pupuk.

Menanggapi hal itu, petani lain asal Desa Doro, Suhadi, 55, mengatakan, jika pupuk hanya dijual di toko-toko tertentu, akan menyulitkan para petani yang berada di pelosok desa. “Seharusnya ada distribusi yang bisa dijangkau di desa-desa pelosok. Kalau ada aturan mbok ya disosialisasikan, jangan dadakan. Jadi kami-kami ini (petani, red) yang kebingungan,” pungkasnya. (hil/ida)