NARKOBA : Kasat Narkoba Polres Batang, AKP Faisal Ginting saat menunjukkan barang bukti narkotika golongan I jenis sabu yang digunakan Herman. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
NARKOBA : Kasat Narkoba Polres Batang, AKP Faisal Ginting saat menunjukkan barang bukti narkotika golongan I jenis sabu yang digunakan Herman. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
NARKOBA : Kasat Narkoba Polres Batang, AKP Faisal Ginting saat menunjukkan barang bukti narkotika golongan I jenis sabu yang digunakan Herman. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Herman Priyatno, 24, warga Jalan Selat Selayar, Dukuh Wonosari RT 11/RW12 Gang 3, Panjang Wetan, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Rabu (15/4) siang kemarin, terpaksa mulai meringkuk di tahanan Polres Batang. Pasalnya, Herman yang berprofesi sebagai nelayan sejak usia 15 tahun, ditangkap usai melakukan transaksi narkotika golongan I jenis sabu, di Kelurahan Panjang tersebut.

Penangkapan tersebut bermula dari informasi akan adanya pesta narkotika golongan I jenis sabu, di Dukuh Sawahan RT03 RW 03, Kelurahan Kauman, Kabupaten Batang. Yakni, tempat dimana Herman selama ini ngekos.

Berbekal informasi tersebut, Sat Narkoba Polres Batang, langsung menangkap Herman di tempat kosnya. Saat penggeledahan, Herman baru saja mengonsumsi sabu, yang baru dibelinya dari seorang teman di Kelurahan Panjang, Kota Pekalongan. Dari kamar kosnya ditemukan 1 paket sabu dalam plastik klip, korek api gas, alat hisap serta beberapa ponsel.

Herman saat dimintai keterangan oleh Sat Naskoba Polres Batang, mengaku bahwa dirinya baru enam bulan terakhir mengonsumsi narkoba. Namun berkecimpung di dunia narkoba sudah berlangsung hingga satu tahun.

Menurutnya, sebelum mengonsumsi narkoba, dirinya bekerja sambilan sebagai kurir yang bertugas mengantarkan pesanan narkoba dari bandar ke pembeli.

Namun karena sudah 6 bulan tidak melaut, imbas adanya Permen Kementrian Kelautan Perikanan (KKP) Nomor 2 Tahun 2015 yang melarang penggunaan pukat hela dan pukat tarik, dirinya bekerja total sebagai kurir dan pengguna narkoba. Bekerja sebagai nelayan, hanya untuk mengelabui tetangga rumah saja. “Sudah setahun ini nyambi kurir. Tapi sejak 6 bulan terakhir, total sebagai kurir sekaligus sebagai pengonsumsi narkoba,” ungkap Herman.

Diakui juga, setiap barang yang diantar dirinya mendapatkan upah Rp 200 ribu. Uang upah tersebut akhirnya dibelikan narkotika golongan I jenis sabu dan dikonsumsi sendiri.

Terkait temannya yang menjadi pemasok narkoba, sebelumnya bekerja sebagai juri mudi pada sebuah kapal. Namun karena tidak melaut, akhirnya beralih sebagai bandar narkoba. “Semula hanya diajak untuk membantu saja, terus jalan sendiri menjadi kurir,” kata Herman.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Batang, AKP Faisal Ginting, menegaskan bahwa Herman Prayitno sebagai tersangka, dikenai pasal 112 ayat 1, pasal 114 ayat 1, serta UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang narkotika. Dengan ancaman hukuman 4 tahun.

“Untuk tersangka lainnya yang selama ini melakukan transaki dengan Herman, identitasnya sudah kami kantongi. Sekarang sudah kami jadikan sebagai DPO,” tegas AKP Ginting. (thd/ida)