Gara-Gara Diacungi Jari Tengah

4644

SEMARANG – Penyelidikan yang dilakukan oleh aparat Polrestabes Semarang terkait kasus penganiayaan yang mengakibatkan siswi SMKN 5 Semarang bernama Navi Ari Cahyanu, 17, meninggal akhirnya membuahkan hasil. Itu setelah polisi berhasil menangkap RI, 17, yang diduga kuat sebagai pelaku dalam aksi kejahatannya yang terjadi pada Sabtu (11/4) lalu.

RI yang merupakan pelajar salah satu SMA swasta di Semarang itu ditangkap oleh tim Resmob Polrestabes Semarang pada Selasa (14/4) sore. RI merupakan mantan pelajar SMKN 10 Semarang. Saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, aksi tersebut dilatari oleh sakit hati pelaku terhadap korban Evan, 17. Sesaat sebelum kejadian, Evan yang berboncengan dengan Navi melintas dan tiba-tiba mengacungkan jari tengah kepada pelaku. Saat itu pelaku sedang nongkrong bersama teman-temannya. ”Masih kami periksa. Sementara ini dari pengakuan pelaku gara-gara ia diacungi jari tengah. Karena tidak terima kemudian mengejar korban,” ungkap seorang sumber di Polrestabes Semarang yang enggan disebutkan namanya, kemarin.

Setelah itu korban dan pelaku bertemu di Jalan Kokrosono. Saat itulah pelaku langsung menendang sepeda motor korban dengan sekuat tenaga. Hingga kedua korban terjatuh. Navi terlempar dan membentur batu, sedangkan Evan hanya menderita luka lecet.

Luka parah yang diderita oleh Navi membuatnya koma di RSUP dr Kariadi. Namun setelah menjalani perawatan intensif, nyawa Navi tak tertolong dan meninggal pada Senin (13/4) dini hari. ”Kami sudah amankan dan sekarang masih dikembangkan,” kata Kapolsek Semarang Utara, Kompol M. Ridwan, saat dikonfirmasi terpisah. (har/jpnn/zal/ce1)