PENDAFTAR KETIGA: Eddy Raharto, salah seorang pengusaha transportasi laut dan ekspor impor ketika mendaftar di kantor DPC PKB Kota Semarang kemarin. (Rizal/Jawa Pos Radar Semarang)
PENDAFTAR KETIGA: Eddy Raharto, salah seorang pengusaha transportasi laut dan ekspor impor ketika mendaftar di kantor DPC PKB Kota Semarang kemarin. (Rizal/Jawa Pos Radar Semarang)
PENDAFTAR KETIGA: Eddy Raharto, salah seorang pengusaha transportasi laut dan ekspor impor ketika mendaftar di kantor DPC PKB Kota Semarang kemarin. (Rizal/Jawa Pos Radar Semarang)

LAMPER TENGAH – Peminat calon wakil wali kota yang mendaftar ke DPC PKB Kota Semarang bertambah. Kemarin (15/4), Eddy Raharto, pengusaha transportasi laut dan ekspor impor mendaftar sekaligus mengambil formulir pencalonan sebagai wakil wali kota Semarang.

Eddy Raharto datang ke DPC PKB Kota Semarang di Lamper Tengah IV Semarang dengan diantar sejumlah koleganya. Di depan gerbang kantor, dia disambut ketua DPC PKB Kota Semarang Teguh Widodo bersama bendaharanya Syahrul Qirom. Termasuk ketua desk pilkada DPC PKB Kota Abdul Azis dan sejumlah rekannya. ”Saya hari ini dengan mengucapkan Bismillah mendaftar sebagai calon wakil wali kota ke DPC PKB Kota Semarang,” ujar Eddy Raharto.

Dia mengaku memilih mendaftar ke PKB Kota Semarang dilandasi berbagai alasan, pertama PKB merupakan partai besar yang memberi kesempatan pada publik Semarang untuk maju dalam kancah Pilwalkot (pemilihan wali kota). ”Selain itu teman-teman saya di PKB juga banyak, saya yakin mereka akan memberi dukungan ke saya,” ujar Eddy Raharto.

Alumni Magister Manajemen Stikubank ini mengaku akan mengikuti semua mekanisme yang telah ditentukan oleh PKB dalam memutuskan calon wakil wali kota, termasuk kesiapannya mengikuti fit and proper test. ”Saya memang mendaftar sebagai calon wakil wali kota tapi kalau diminta menjadi calon wali kota tentu saja siap,” katanya.

Mengenai langkah ke depan, Eddy Raharto mengaku sudah memiliki berbagai konsep dalam memajukan Kota Semarang. Menurutnya, Semarang memiliki potensi yang lebih besar ketimbang Surabaya atau Bandung. Saat ini kedua ibu kota provinsi di Jawa itu memang jauh leading daripada Semarang, namun jika kota ini dikelola dengan baik oleh orang yang tepat, dipastikan akan melebihi kedua kota itu. ”Surabaya dan Bandung saya lihat sudah mencapai titik jenuh, kini saatnya Semarang berkembang,” tegasnya.

Sementara itu Ketua DPC PKB Kota Semarang Teguh Widodo menambahkan, hingga saat ini sudah tiga nama yang mendaftar ke partainya. Proses penjaringan akan dilakukan hingga tanggal 17 April besok. Pihaknya sendiri berencana mendaftarkan diri sebagai calon wakil wali kota pada hari terakhir pendaftaran besok. ”Setelah itu, data para pendaftar akan kita kirimkan ke DPW dan DPP. Kita juga segera tentukan arah koalisi,” tandasnya. (zal/ce1)