Buka Laga Madya SD hingga SMA

169
GANDA KELOMPOK USIA: Selain pertandingan tunggal, Djarum Foundation Kejurkot Bulutangkis Tidar Cup XIV juga akan menggelar partai ganda di kelompok usia. (TAUFIQ R/RADAR SEMARANG)
GANDA KELOMPOK USIA: Selain pertandingan tunggal, Djarum Foundation Kejurkot Bulutangkis Tidar Cup XIV juga akan menggelar partai ganda di kelompok usia. (TAUFIQ R/RADAR SEMARANG)
GANDA KELOMPOK USIA: Selain pertandingan tunggal, Djarum Foundation Kejurkot Bulutangkis Tidar Cup XIV juga akan menggelar partai ganda di kelompok usia. (TAUFIQ R/RADAR SEMARANG)

MAGELANG – Para atlet badminton Kota Magelang berkesempatan menunjukkan prestasi pada ajang tingkat daerah. Kejuaraan Djarum Foundation Kejurkot Bulutangkis Tidar Cup XIV bakal digelar akhir pekan ini, 17 – 19 April 2015, di GOR Samapta, Sanden.

Agenda rutin Pengkot (Pengurus Kota) PBSI Magelang ini membuka 3 kelompok pertandingan. Meliputi Kelompok Usia (KU), Kelompok Madya dan Kelompok Dewasa. Pada seri kali ini jenjang Kelompok Madya dibuka dalam tiga tingkat, yaitu tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Ketua PBSI Kota Magelang Kukuh Santoso, menuturkan, tiga tingkat pertandingan di kelompok madya itu merupakan pengembangan kelompok pertandingan dari evaluasi seri-seri sebelumnya. Hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan jumlah peserta sehingga dapat menjaring bibit-bibit pemain, sekaligus upaya pengurus PBSI dalam rangka memasyarakatkan olahraga bulutangkis.

“Kejuaraan kelompok madya kemarin-kemarin kan hanya membuka SD dan SMP. Nah, seri ini kita buka untuk tingkat SMA. Kita berharap dapat respon bagus, soalnya prioritas kita pada kelompok ini kan sebagai pemassalan dan pembinaan. Kelas madya SD dan SMP selama ini perkembangannya cukup bagus. Bisa mewadahi siswa-siswa selain atlet klub yang ingin mengembangkan bulutangkis,” paparnya, kemarin sore di sela persiapan.

Kategori kelompok madya SMA itu baru dibuka pada kejuaraan Tidar Cup seri Ke-14. Dengan adanya kesempatan bertanding tersebut, dapat menjadi solusi bagi siswa usia remaja untuk menyalurkan hobi dan menghindarkan mereka dari kegiatan-kegiatan yang mengarah negatif. ”Namanya juga kelompok madya, jadi yang ikut tidak harus sudah mahir,” ujar Kukuh.

Untuk mendaftar di kelompok madya, lanjut Kukuh, peserta hanya cukup menyertakan kartu pelajar, dan membayar biaya pendaftaran. ”Sebelumnya penjaringan pesertda dengan sosialisasi yang bekerjasama dengan dinas pendidikan. Seperti kita lakukan saat menggelar kejuaraan antar SD kemarin. Semoga pendaftarnya dapat banyak,” imbuh Kukuh, yang menjabat sebagai Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Kota Magelang.

Sementara pada pertandingan Kelompok Usia, hanya membuka kelas Usia Dini Dasar (putra/putri), Anak – Anak (putra/putri) dan Pemula (putra/putri). Masing – masing kelas menggelar laga tunggal dan ganda. Menurut Kukuh, tingkat usia lainnya dipastikan tidak digelar karena tidak memenuhi kuota. “Jadi memang pertandingan untuk kelompok usia hanya sampai pemula, sedangkan remaja dan taruna tidak dibuka karena peserta kurang. Karena itu pula, kelompok madya SMA dapat menarik siswa SMA yang karegorinya masuk dalam jenjang usia remaja dan taruna ini,” ujar Kukuh.

Adapun Kelompok Dewasa, jelas Kukuh, hanya akan menggelar laga ganda. Peserta digolongkan dalam kategori A/B dan C/D. Kategori A/B adalah pemain mahir, sedangkan C/D untuk pebulutangkis madya. Penggolongan kelompok inipun dimaksudkan untuk mengakomodir pemain remaja dan taruna yang tidak dapat bertanding di kelompok usia. “Atlit remaja dan taruna bisa tetap mengasah kemampuan lewat kejuaraan. Soal masuk di kategori mana, panitia yang menentukan. Kita sudah punya tim yang selama ini mendata para pemain badminton di Kota Magelang, sehingga tahu kemampuannya. Bukan hanya untuk remaja dan taruna, tapi juga untuk pemain yang sudah berusia dewasa,” paparnya.

Sebagai sarana pendukung kejuaraan Djarum Foundation Kejurkot Bulutangkis Tidar Cup XIV, pihaknya menyediakan lapangan 4 Line. Jumlah lapangan sebanyak ini dapat menampung pertandingan dan dilaksanakan sesuai jadwal kejuaraan selama tiga hari. ”Venue pertandingan di GOR Samapta dinilai cukup representatif untuk menggelar tournament. Kalau final tidak semua, mungkin pakai satu atau dua line lapangan saja”.

Kukuh juga mengundang para ofisial untuk mengikuti tehnical meeting yang akan diselenggarakan hari ini, Kamis (22/11) mulai pukul 19.00 di GOR Samapta. Dalam temu teknik ini akan dilakukan verifikasi data peserta dan persiapan akhir sebelum pertandingan dimulai. (fiq/smu)