Bentuk Karakter Lewat Lomba

4691
TERBANGKAN BALON : Bunda PAUD Kabupaten Pekalongan, Arini Antono saat membuka Lomba Anak Usia Dini. (FAIZ URHANUL HILAL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERBANGKAN BALON : Bunda PAUD Kabupaten Pekalongan, Arini Antono saat membuka Lomba Anak Usia Dini. (FAIZ URHANUL HILAL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERBANGKAN BALON : Bunda PAUD Kabupaten Pekalongan, Arini Antono saat membuka Lomba Anak Usia Dini. (FAIZ URHANUL HILAL/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Ratusan anak PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) se-Kota Santri beserta orang tua dan guru, panitia pelaksana, petugas kepolisian hingga para pedagang, memeriahkan Lomba Anak Usia Dini 2015, Rabu (8/4) kemarin. Mereka memperebutkan juara dari 12 ajang perlombaan yang digelar di dalam hingga halaman Gedung Pertemuan Umum (GPU) Kabupaten Pekalongan.

Jenis lomba untuk tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) seperti menyanyi lagu wajib, mendongeng, finger painting, meronce serta gerak dan lagu. Sedangkan Kelompok Bermain (KB) dan TPA berupa memindahkan bola, lego, bercerita dengan gambar serta gerak kreativitas anak.

“Pendidikan PAUD memang tanggung jawab bersama, baik pemerintah maupun seluruh lapisan masyarakat. Sehingga, pembinaan keluarga dan organisasi pendidikan sangat penting untuk berkontribusi menuju gerakan PAUD berkualitas,” kata Bunda PAUD Kabupaten Pekalongan, Arini Antono yang membuka secara di GPU, Kajen, kemarin.

Menurut Arini yang juga istri Bupati Amat Antono, PAUD merupakan jenjang pendidikan yang penting untuk meletakkan pondasi dasar kepribadian anak. Pada saat itulah, instrumen dasar manusia seperti kognitif, emosional dan lainnya mulai terbentuk. “Nah, lomba-lomba seperti ini untuk memberikan ruang bagi pertumbuhan dan perkembangan anak,” jelasnya.

Arini berharap, arena perlombaan tidak dijadikan lembah pertarungan yang menegangkan. Melainkan nilai tawar meningkatkan kedisiplinan bagi anak-anak. “Lomba seperti ini dapat memotivasi anak didik dan pendidik untuk lebih kreatif dan inovatif,” imbuhnya.

Dengan diadakan lomba secara berjenjang mulai dari tingkat kecamatan hingga nasional, akan melahirkan generasi yang nantinya mengharumkan nama Kabupaten Pekalongan. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pekalongan, Umaidi menambahkan bahwa acara tersebut dihadiri pula oleh para Kepala SKPD terkait, pengawas dan penilik PAUDNI Dindikbud Kabupaten Pekalongan, serta Lembaga Mitra PAUD.

“Perlombaan itu berpeluang sekali mengembangkan minat dan bakat serta motivasi dan peran serta masyarakat dalam pembinaan dan peningkatan PAUD,” kata dia.

Sebagaimana diungkapkan Sekar Gumilang Setyono Putri, peserta dari PAUD Kenanga Desa Karangsari Kecamatan Karanganyar. Buah hati pasangan Brigadir Sapta Edy Setyono dan Istiqomah itu yang mengaku sangat suka menari. “Suka menari. Diajari bunda sama mama di rumah,” kata bocah berusia tiga tahun enam bulan ini.

Brigadir Sapta Edy Setyono yang menemani buah hatinya mengatakan, meski tidak meraih juara, dirinya bangga atas keberanian anaknya mengikuti lomba menari di atas panggung. “Penataan mentalitas anak memang penting sekali, berani tampil di hadapan orang banyak dan tidak minder. Bagi saya itu membanggakan,” ungkapnya. (hil/ida)