KAJEN-Nekat menjambret di Jalan Raya Kajen – Paninggaran, dua bocah Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Pekalongan, AD, 13 dan GA, 14, hampir menjadi korban amuk massa. Keduanya kini, langsung diserahkan ke polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang, penjambretan itu terjadi Senin (13/4) sekitar pukul 17.40, tepatnya di Desa Gandarum Kecamatan Kajen.

Korbannya diketahui seorang ibu rumah tangga, warga Perumahan Griya Alfa Mandiri Desa Gandarum Kecamatan Kajen.
Dari pengakuan AD, dirinya yang mengajak GA melakukan penjambretan. Kedua remaja itu akhirnya mencari sasaran dengan menggunakan sepeda motor Honda Supra X warna hitam G 5351 A.

Sasaran akhirnya mengarah kepada seorang pengendara menggunakan sepeda motor Honda Beat. “Saat dia (korban, red) akan belok ke kanan, langsung dipepet dari kiri. Dompetnya ada di bagasi depan sepeda motor,” ungkap AD.

Seketika itu juga, korban langsung berteriak meminta tolong. Beruntung, tak jauh dari lokasi kejadian, sejumlah warga sedang berkumpul dan langsung melakukan pengejaran.

Seorang warga Desa Gandarum, Kajen, Budi Manuro mengatakan bahwa dua pejambret junior itu akhirnya berhasil ditangkap ketika pelarian mereka sampai di pertigaan Desa Gandarum tepatnya Perkebunan Karet. “Ada ibu-ibu berteriak, langsung kami kejar. Mungkin mereka (pelaku, red) kebingungan mau ke arah mana ketika di pertigaan PTP. Di situlah berhasil ditangkap,” jelasnya.

Budi mengaku, sempat hendak menghajar dua pelaku lantaran geram dengan ulahnya. Namun setekah dilihat dari dekat, ternyata dua pelaku masih bocah. Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut, akhirnya mengurungkan niatnya. “Tadinya yang satu sempat kabur tetapi berhasil ditangkap. Dua-duanya masih bocah SD,” imbuhnya.

Kasatreskrim Polres Pekalongan, AKP Berry mengatakan, dua pelaku dan barang bukti diamankan guna proses hukum selanjutnya. Sedangkat dompet korban, berisikan STNK, SIM C, handphone dan uang tunai Rp 853 ribu. “Kendaraan yang digunakan pelaku ternyata sepeda motor curian. Kami masih mengembangkan kasus ini, ada dugaan aktor di balik tindakan dua bocah ini,” jelasnya.

Sementara itu, dua tersangka dalam penanganan unit PPA Sat reskrim Polres Pekalongan. Pasal yang dikenakan 363 ayat (1) ke-4 KUHP dengan hukuman makasimal 7 tahun penjara. (hil/ida)