Siapkan Jalur Rekayasan Lalu Lintas

128
SEGERA DIBONGKAR : Jembatan Surobayan yang menjadi akses utama menuju Ibu Kota Kabupaten Pekalongan bakal dibongkar, Mei 2015. (FAIZ URHANUL HILAL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEGERA DIBONGKAR : Jembatan Surobayan yang menjadi akses utama menuju Ibu Kota Kabupaten Pekalongan bakal dibongkar, Mei 2015. (FAIZ URHANUL HILAL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEGERA DIBONGKAR : Jembatan Surobayan yang menjadi akses utama menuju Ibu Kota Kabupaten Pekalongan bakal dibongkar, Mei 2015. (FAIZ URHANUL HILAL/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Rekayasa lalulintas bakal dilakukan selama pembangunan Jembatan Surobayan yang diperkirakan mulai dibongkar Mei 2015. Karena itu, diperlukan akses jalan yang menghubungkan wilayah Utara dan Selatan Kabupaten Pekalongan melalui Sungai Sengkarang.

Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Disbudpar Kabupaten Pekalongan, Wahyu Kuncoro mengatakan bahwa salah titik rekayasa tersebut adalah Desa Bugangan. Di lokasi tersebut, akan dibangun jembatan darurat akses rekayasa lalu lintas selama pembangunan jembatan Surobayan dilakukan.

“Di Bugangan sudah ada jembatan, namun hanya bisa dilalui sepeda motor dan pejalan kaki. Untuk itu, akan dibangun jembatan darurat di sebelahnya yang bisa dilalui mobil, maksimal bus 3/4,” jelasnya, saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (14/4) kemarin.

Pembangunan jembatan darurat itu, kata Wahyu, baru akan dimulai 26 April, diperkirakan selesai pada 9 Mei 2015. “Tanggal 26 April itu, materialnya baru datang. Diperkirakan pembangunan itu selesai pada 9 Mei. Setelah jembatan darurat selesai, Jembatan Surobayan mulai dibongkar,” paparnya.

Terkait rute rekayasa lalu lintas, Wahyu membeberkan, untuk arus dari Kedungwuni ke Kajen dialihkan melalui pertigaan Bebekan (belok kanan) ke arah Bugangan. Setelah menempuh jarak sekira 1,5 km, arus lalulintas melewati jembatan gantung (jembatan darurat) menuju Desa Kemasan Kecamatan Bojong. Tepat di pertigaan dekat Ponpes Mabaul Ulum, arus diarahkan ke pertigaan Surobayan (belok kiri) untuk menuju ke Ibu Kota Kabupaten Pekalongan.

Untuk arus dari Kajen ke Kedungwuni, dialihkan melalui pertigaan Surobayan ke arah Bojong. Setelah menempuh jarak sekira 1 km, arus diarahkan ke Desa Kemasan tepat di pertigaan dekat Gedung NU Kabupaten Pekalongan. “Masuk ke Kemasan sama, melewati jembatan darurat Bugangan, baru menuju pertigaan Bebekan, Kedungwuni,” kata Wahyu.

Potensi kemacetan yang disebabkan pertemuan arus di Jembatan Darurat, bakal diantisipasi dengan sistem buka tutup. “Di Kemasan itu arus kami buat satu arah. Yang menuju Kajen lewat Gang Pondok, yang menuju Kedungwuni, lewat gang sebelah baratnya (depan Gedung NU),” jelasnya.

Selain itu penempatan petugas juga dilakukan di sejumlah titik rawan untuk mengurai kemungkinan terjadinya saling serobot antarpengguna jalan yang semakin memperparah kemacetan. “Kami akan tempatkan petugas, kemungkinan bekerjasama dengan pihak desa setempat. Ada sekitar 6 sampai 8 titik yang harus dijaga petugas. Sehingga arus bisa lancar,” timpalnya.

Pembangunan Jembatan Surobayan Kabupaten Pekalongan segera dilakukan dengan ditandai penandatanganan Kontrak Kerja Pekerjaan Konstruksi antara PPK DPU Kabupaten Pekalongan, Tri Handaya, SST, MT dengan Penyedia Kemitraan (KSO) PT. Duta Mas Indah dan PT Tirta Bumi Kencana, Slamet Riyadi.

Pengesahan kontrak kerja itu disaksikan Bupati Pekalongan beserta jajaran Muspida dan para kepala SKPD Kabupaten Pekalongan di ruang rapat bupati, Kamis (9/4).

Asisten Ekonomi, Pembangunan dan Kesra Setda Kabupaten Pekalongan, Hari Suminto mengatakan, kontrak kerja yang dicapai pemenang tender senilai Rp 25,520 miliar dan akan dilaksanakan selama 240 hari kalender. “Pagu anggaran pembangunan jembatan senilai Rp 26 miliar. Terdiri atas bantuan keuangan Pemprov Jawa Tengah senilai Rp 18 miliar dan APBD Kabupaten Pekalongan Rp 8 miliar,” ujarnya. (hil/ida)