Pasar LCGC Masih Cerah

110
MENJADI KEBUTUHAN: Mobil menjadi kebutuhan masyarakat Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang. Mobil LCGC menjadi solusi, sehingga permintaan terus meningkat. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
MENJADI KEBUTUHAN: Mobil menjadi kebutuhan masyarakat Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang. Mobil LCGC menjadi solusi, sehingga permintaan terus meningkat. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
MENJADI KEBUTUHAN: Mobil menjadi kebutuhan masyarakat Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang. Mobil LCGC menjadi solusi, sehingga permintaan terus meningkat. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Pasar mobil murah di Kota Semarang terus meningkat. Di tengah naiknya harga bahan bakar minyak (BBM), low cost green car (LCGC) makin banyak digandrungi oleh masyarakat Semarang ataupun Jawa Tengah.

Field Oparation Honda Semarang Center, selaku Main Diler Jateng DIY, Arsyah, mengatakan jika produk Honda yakni Brio dengan varian Satya masih menjadi andalan di kelas LCGC tahun ini. Secara nasional, penjualan Brio Satya terjual 3.071 untuk tahun lalu sedangkan tahun ini ditargetkan naik 16 persen menjadi 3.587 unit. “Untuk wilayah Semarang targetnya bisa menjual 1.016 unit atau lebih tinggi 7,5 persen dibandingkan tahun lalu dengan angka 945 unit,” katanya.

Menurut dirinya, Brio Satya adalah mobil murah yang mengusung mesin empat silinder 1.200 cc dan sudah dilengkapi dengan fitur keamanan yakni air bag. “Produk ini di tahun lalu mobil ini mendapatkan peringkat kedua di bawah Mobilio, sementara untuk Semarang setiap bulan penjualan berkisar pada angka 60-70 unit,” tuturnya.

Terpisah, Manager PT Sun Motor Indosentra Trada Main Diler Semarang, Isbowo pun mengaku jika penjualan mobil murah atau LCGC berprospek sangat cerah. Dengan mengandalkan Karimun Wagon R, mobil ini berhasil dijual di angka 350 unit mobil periode Januari – Maret tahun 2015 ini. “Harga BBM yang naik sementara tidak terpengaruh dengan penjualan mobil, apalagi mobil sudah menjadi kebutuhan warga Semarang,” ujarnya.

Menurut dirinya, saat ini masyarakat lebih memilih mobil tipe city car dengan harga murah dan irit bahan bakar. Tren ini diprediksi akan terus meningkat pada bulan April dan bulan-bulan berikutnya. “Masyarakat lebih memilih mobil murah dari pada kendaraan roda dua, apalagi ditunjang dengan bahan bakar yang irit,” tukasnya.

Sementara itu, Supervisor PT Nasmoco Siliwangi, Agus Riyadi menurutikan jika penjualan LCGC Toyota yakni Agya cukup tinggi. Pada bulan Maret tahun 2015, dari total 113 unit all produk, Agya menduduki peringkat kedua dengan 16 unit mobil terjual dan hanya kalah dengan Avanza yang laku 42 unit. “Segmentasi pasar Agya pun sekarang menjadi lebih besar dengan adanya penambahan warna merah yang selama ini banyak dicari masyarakat,” tambahnya. (den/smu)