WADUL DEWAN: Sejumlah warga Sedulur Sikep dari Desa Sukolilo, Kabupaten Pati saat ditemui Ketua Komisi D DPRD Jateng Alwin Basri, kemarin. Mereka mengadukan adanya sejumlah pihak yang mengatasnamakan Sedulur Sikep dalam menolak pembangunan pabrik semen di Pati. (Ahmad Faisol/Jawa Pos Radar Semarang)
WADUL DEWAN: Sejumlah warga Sedulur Sikep dari Desa Sukolilo, Kabupaten Pati saat ditemui Ketua Komisi D DPRD Jateng Alwin Basri, kemarin. Mereka mengadukan adanya sejumlah pihak yang mengatasnamakan Sedulur Sikep dalam menolak pembangunan pabrik semen di Pati. (Ahmad Faisol/Jawa Pos Radar Semarang)
WADUL DEWAN: Sejumlah warga Sedulur Sikep dari Desa Sukolilo, Kabupaten Pati saat ditemui Ketua Komisi D DPRD Jateng Alwin Basri, kemarin. Mereka mengadukan adanya sejumlah pihak yang mengatasnamakan Sedulur Sikep dalam menolak pembangunan pabrik semen di Pati. (Ahmad Faisol/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Puluhan warga Sedulur Sikep dari Desa Sukolilo, Kabupaten Pati mendatangi Komisi D DPRD Jateng, kemarin. Mereka gerah lantaran banyak oknum yang mengatasnamakan Sedulur Sikep untuk melakukan penolakan pembangunan pabrik semen di Pati. Para Sedulur Sikep ini ingin meluruskan sikap agar tidak ada lagi yang menggunakan nama komunitas tersebut demi kepentingan pribadi.

Dengan menggunakan pakaian adat Samin serbahitam, mereka meminta agar para pihak yang selama ini membawa-bawa nama Sedulur Sikep sadar diri. Kesadaran itu diartikan tak mengatasnamakan kepentingan pribadi dengan membawa-bawa suku lain. ”Jadi kami selama ini (Sedulur Sikep, Red), hanya berdiam diri. Tapi ternyata banyak kelompok yang mengatasnamanakan kami melakukan demo menolak pembangunan pabrik semen di Pati dan Rembang,” kata Koordinator Sedulur Sikep Desa Sukolilo, Pati, Sumadi dengan menggunakan bahasa Jawa Krama Inggil, Selasa (14/4).

Sumadi menambahkan, selama ini Sedulur Sikep sengaja diam untuk menjaga ketenangan dan tidak terlibat dalam polemik pabrik semen. Tapi ternyata, sikap itu justru dimanfaatkan sekelompok golongan demi kepentingan pribadi. ”Sebenarnya kami tidak keberatan jika ada pembangunan, tapi jangan mengganggu ajaran kami,” imbuhnya.

Sebelum ke DPRD Jateng, Sumadi dan sejumlah rekannya sudah bertemu dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Ia tidak ingin, Sedulur Sikep dimanfaatkan sekelompok orang untuk kepentingan pribadi. ”Sabar enten watese. Agamaku iki ojo kok ciderai, ampun ngrusak tatanane Sikep. Sikep ajarane dipenging mboten ngumbar swara. (Sabar itu ada batasnya. Agamaku jangan dicederai, jangan merusak tatanan Sedulur Sikep. Kami diperingatkan untuk tidak mengumbar suara),” tambahnya.

Ketua Komisi D DPRD Jateng, Alwin Basri mengatakan, saat ini memang banyak orang yang berkepentingan. Ia menghargai sikap Sedulur Sikep untuk tidak mengubah tatanan ajarannya. ”Sebenarnya kalau memang dibangun (pabrik semen), Sedulur Sikep tidak masalah. Jadi kami berharap jangan ada yang mengatasnamakan Sedulur Sikep demi kepentingan pribadi,” katanya. (fth/ric/ce1)