Gasak 34 ATM, Komplotan Lampung Dibekuk

123
GELAR PERKARA : Enam orang komplotan pembobol ATM yang dikenal Kelompok Lampung ditangkap tim Resmob Polres Salatiga, setelah beraksi di SPBU Jalan Patimura, Kota Salatiga sebanyak dua kali. (MUNIR ABDILLAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GELAR PERKARA : Enam orang komplotan pembobol ATM yang dikenal Kelompok Lampung ditangkap tim Resmob Polres Salatiga, setelah beraksi di SPBU Jalan Patimura, Kota Salatiga sebanyak dua kali. (MUNIR ABDILLAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GELAR PERKARA : Enam orang komplotan pembobol ATM yang dikenal Kelompok Lampung ditangkap tim Resmob Polres Salatiga, setelah beraksi di SPBU Jalan Patimura, Kota Salatiga sebanyak dua kali. (MUNIR ABDILLAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SALATIGA—Berhasil menggondol uang kurang lebih Rp 100 juta di sepanjang jalur pantura, komplotan pembobol anjungan tunai mandiri (ATM) yang dikenal dengan sebutan Kelompok Lampung akhirnya berhasil ditangkap tim Resmob Polres Salatiga. Yakni, setelah beraksi di SPBU Jalan Patimura, Kota Salatiga sebanyak dua kali.

Enam pelaku ditangkap dan 4 orang di antaranya, ditembak kakinya. Sedangkan 3 orang lainnya berhasil melarikan diri. Petugas juga menyita dua mobil yang dipakai komplotan ini.

Keterangan yang dihimpun wartawan Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (14/4) kemarin, saat gelar perkara di Polres Salatiga, menyebutkan mereka berangkat dari Lampung pada awal Maret 2015 lalu dan menyewa mobil rental di Jakarta. Komplotan mereka berjumlah 9 orang.

Mereka ditangkap tim Resmob Salatiga, di daerah Klero Tengaran, Kabupaten Semarang setelah beraksi di Salatiga. Penyelidikan terhadap kejahatan kelompok Lampung ini dilakukan petugas setelah mendapatkan laporan dari salah satu korban yang sedang mengambil uang di ATM Jalan Patimura.

Modus pembobolan ATM yang dilakukan komplotan ini yaitu dengan cara mengganjal mesin ATM dengan sebuah kayu seukuran pentol korek yang dimasukkan di lubang kartu ATM. Ketika ada korban yang kesulitan mengambil uang karena kartu ATM-nya tersangkut, pelaku lantas mendatangi korban di depan ATM dan berpura-pura menolong korban, lalu menyarankan korban untuk mencoba kembali menarik uang dengan mengisi nomor PIN korban dan salah satu pelaku menghafalkan PIN korban. Setelah korban tetap tidak bisa mengambil kartu ATM, lalu pelaku menyuruh korban menghubungi nomor layanan bank yang bersangkutan.

Pelaku yang sudah hafal PIN korban, meminta salah satu tersangka membobol uang milik korban di ATM lain. “Modusnya ATM korban terganjal dan termakan lalu diambil oleh tersangka setelah korban pergi dari ATM tersebut,” ujar petugas.

Mereka mengaku selama dalam perjalanan dari Lampung-Jakarta dan Jawa Tengah, telah membobol uang belasan juta rupiah di ATM sepanjang Pantai Utara (Pantura) dengan modus yang sama. Keenam tersangka yang berhasil ditangkap adalah As, 47; Hen, 38; Mer, 31; Bud, 44; dan Im, 36 warga asal Lampung. Kemudian satu orang adalah Yan, 40 warga Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten.

Sampai di Kota Salatiga, mereka menjalankan aksinya dan terekam CCTV SPBU Jalan Patimura. Tim Resmob Polres Salatiga melakukan pengejaran dan mendapati 9 orang berada di Klero, Kabupaten Semarang. Aksi kejar-kejaran dilakukan dan 6 orang berhasil ditangkap. Sedangkan 3 orang berhasil kabur. Empat di antaranya yang ditangkap berusaha kabur dan petugas menembak kakinya.
“Empat pelaku yang berusaha kabur ditembak kakinya, tiga pelaku berhasil kabur saat ditangkap petugas kepolisian. Mereka ditangkap di Klero, Kabupaten Semarang,” ujar petugas di Polres Salatiga, Selasa (14/4) kemarin.

Kapolres Salatiga, AKBP Ribut Hari Wibowo melalui Wakapolres Kompol Iwan Irmawan kepada wartawan mengatakan kelompok Lampung ini berangkat menjalankan aksinya sejak beberapa waktu lalu, Mereka menuju Jakarta lalu beroperasi dan melaju ke timur dan membobol ATM di Tegal-Jawa Tengah.

“Terakhir mereka beraksi di Salatiga, mereka berangkat pada Maret lalu. Dua mobil yang digunakan kami amankan yakni Honda Jazz B 1370 NMJ dan Honda Stream D 26 RD,” katanya. (abd/ida)