Desak Siapkan Jalur Alternatif

147
Hadi Santoso. (JAWA POS RADAR SEMARANG FILES)
Hadi Santoso. (JAWA POS RADAR SEMARANG FILES)
Hadi Santoso. (JAWA POS RADAR SEMARANG FILES)

SEMARANG – DPRD Jateng menyayangkan insiden longsornya jalan nasional Tegal-Purwokerto di Ciregol, Brebes. Sebab, kondisi seperti ini sudah pernah terjadi sejak tiga tahun lalu. Dewan mendesak, harus ada jalur alternatif untuk mengurai kemacetan di jalur pantura.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng, Hadi Santoso mengatakan, terjadinya kejadian serupa di titik yang sama menjadi indikator jika pemerintah baik pusat maupun provinsi cenderung lamban. Mestinya pemerintah bisa melakukan antisipasi, dengan cara membuat jalur alternatif pantura. ”Sebenarnya kasus serupa sudah pernah terjadi. Jika dilakukan audit yang bertahap, jelas tidak akan terjadi hal yang sama,” katanya, kemarin.

Politisi PKS ini menambahkan, ambrolnya jalur itu harus segera dicarikan solusi. Sebab, jalur itu merupakan akses yang digunakan keluar-masuk Jateng. Apalagi, saat ini sudah mendekati arus mudik, sehingga harus segera dicarikan jalan keluar. ”Kalau untuk mencari lahan baru, jelas tidak memungkinkan karena membutuhkan waktu lama. Harus ada jalur alternatif terutama untuk menyambut arus mudik nanti,” imbuhnya.

Ia mendesak, pemprov segera memperbaiki sejumlah jalan yang dalam kondisi rusak. Di Jateng, diakui banyak jalan yang dalam kondisi rusak. Seperti di ruas jalan Provinsi Jateng seperti Wonosobo–Banjarnegara, Wonosobo–Magelang (terutama Kecamatan Kepil), dan Tayu–Jepara. Selain itu juga terjadi di Jalan Godong–Purwodadi, Rembang–Blora (terutama KM 8-25), sampai jalan Trengguli–Gotri. Bahkan, jalur pantura yang merupakan jalan utama keluar masuk Jateng sebagian dalam kondisi rusak. ”Kalau jalur pantura itu jelas rusak, karena seluruh angkutan besar melintas di sana,” tambahnya.

Dewan mengaku masih menemukan banyaknya jalanan yang rusak di Jateng. Kerusakan tidak hanya di daerah perkotaan, bahkan jalanan di pedesaan banyak yang rusak. Ditambah musim penghujan yang masih berlangsung kian membuat jalan semakin cepat rusak. ”Kami masih menemukan kondisi jalan di pedesaan yang rusak parah. Banyak warga yang mengeluhkan kondisi seperti ini,” kata anggota Komisi D DPRD Jateng, Samirun.

Ia menambahkan, kondisi kerusakan jalanan tidak hanya membutuhkan perawatan, tapi lebih dari itu. Ia mendesak, agar ada peninggian jalan, melihat kondisinya sudah membahayakan pengguna jalan. ”Ini kondisinya sudah sangat parah, jadi harus ditinggikan. Kalau cuma ditambal sulam, hasilnya tidak maksimal,” tambahnya. (fth/ric/ce1)