Tanggul Jebol, Rendam 40 Rumah dan Sekolah

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

BUTUH PERBAIKAN: Tanggul sungai yang jebol berada di RT 1 RW XII Kelurahan Gemah, Kecamatan Pedurungan.  (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
BUTUH PERBAIKAN: Tanggul sungai yang jebol berada di RT 1 RW XII Kelurahan Gemah, Kecamatan Pedurungan. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

GEMAH – Hujan deras yang mengguyur Kota Semarang pada Minggu (12/4) malam kemarin, membuat tanggul sungai di Kelurahan Gemah, Kecamatan Pedurungan, Semarang, jebol. Selain itu dua sekolah terendam air yakni SD Budi Luhur dan TK Budi Luhur.

Peristiwa yang meresahkan warga itu terjadi pukul 22.00. Hujan deras membuat debit sungai meningkat dan membuat tanggul sungai di titik RT 1 RW XII tak kuat menahannya. ”Air itu keluar dari sela-sela batu di tanggul. Tidak begitu lama tiba-tiba tanggul jebol,” kata salah seorang warga, Ade, 54, kemarin.

Kemudian air yang keluar dari jebolan tanggul itu langsung menerjang gudang rosok sekaligus tempat tinggal anak dan cucunya. Ade pun bergegas menghampiri rumah tersebut. ”Saya minta semua keluar dari rumah. Karena air yang masuk semakin deras,” akunya.

Beruntung satu keluarga tersebut berhasil selamat, namun tembok rumahnya hancur, motor hanyut, dan barang-barang tidak bisa diselamatkan. Air yang keluar dari sungai tersebut meluas menggenangi rumah warga. Sedikinya ada 40 kepala keluarga di RT 1 yang terkena dampak banjir. Ketinggian air sampai mata kaki orang dewasa. Air tersebut juga menggenangi SD Budi Luhur dan TK Budi Luhur.

Kemarin seluruh guru dan siswa SD Budi Luhur bekerja bakti menguras air yang ada di ruang kelas. Sementara itu Kepala TK Budi Luhur, Mudrikah mengatakan siswa TK sengaja diliburkan dan siswa SD membantu untuk menguras air yang masih menggenangi ruang kelas. ”Memang untuk siswa yang TK sengaja diliburkan soalnya mereka masih kecil. Selain itu kami juga berharap ada bantuan untuk mainan siswa TK yang rusak,” katanya.

Dari pantauan koran ini, masih ada beberapa rumah yang tergenang air, karena kondisinya berada di daerah cekungan atau rendah. Sementara itu warga juga terlihat sedang membersihkan sisa-sisa air kotor di rumah mereka. (hid/zal/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -