Pemandu Wisata Semarang Diajari Bahasa Asing

170

SEMARANG – Selain menggenjot sektor wisata di Kota Semarang, peningkatan sumber daya manusia (SDM) pada obyek wisata pun harus dibenahi. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, baru-baru ini memberikan pelatihan Bahasa Inggris kepada pemandu wisata.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Masdiana Safitri didampingi Kepala Bidang Pembinaan Industri Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Giarsito Sapto Putratmo mengatakan, jika dalam sektor wisata kualitas SDM pun sangat dibutuhkan terutama bagi para pemandu. “Mereka adalah ujung tombak untuk menjelaskan obyek wisata sekaligus mempromosikan potensi wisata terhadap para wisatawan. Dengan pengusasaan bahasa asing tentunya memudahkan komunikasi dengan wisatawan asing, seperti Desa Wisata Kandri yang sering didatangi wisatawan. Nyatanya kelemahan masih pada bahasa asing,” katanya, usai acara pelatihan bahasa asing untuk pemandu wisata di gedung Rektorat Udinus kemarin.

Dalam acara tersebut, tercatat 62 peserta mengikuti pelatihan yang tediri dari pemandu dari obyek wisata Lawang Sewu, Desa Kandri, Eco Wisata Tapak, dan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Masidana melanjutkan, kunjungan wisatawan di Kota Semarang kian meningkat. Angka ini didapat dari kenaikan wisatawan asing maupun lokal.

Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia ( HPI) Kota Semarang, Vera Damayanti, mengakui pentingnya penguasaan bahasa asing untuk pemandu wisata terutama untuk menghadapi MEA. Sehingga SDM yang dimiliki bisa dimaksimalkan guna mendongkrak sektor wisata. (den/smu)