DIJAGA POLISI: Tersangka AA saat mengerjakan unas kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIJAGA POLISI: Tersangka AA saat mengerjakan unas kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIJAGA POLISI: Tersangka AA saat mengerjakan unas kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEORANG siswa kelas XII salah satu SMK swasta di Semarang, berinisial AA, dikawal aparat Polsek Pedurungan saat mengikuti ujian nasional (unas) di sekolahnya. Ia berangkat dari sel tahanan Mapolsek Pedurungan dengan diantar oleh dua petugas menggunakan mobil menuju sekolahnya.

Sesampai di sekolah, AA langsung menuju ruang kelas di lantai 2 dan membaur dengan peserta unas lainnya. Di luar ruang ujian, seorang petugas berpakaian preman dan seorang petugas berpakaian dinas berjaga.

AA sendiri ditangkap polisi terkait kasus pengeroyokan yang menewaskan Setya Aji Tri Pamungkas, 15, pada 29 Maret lalu di Jalan Soekarno-Hatta, Semarang.

‎Ditemui Jawa Pos Radar Semarang usai mengerjakan unas, AA mengaku enjoy saja dan bisa mengerjakan soal-soal unas dengan lancar. ”Saya belajar di dalam sel, ada beberapa buku pelajaran saya bawa,” akunya.

Ia mengaku tidak terganggu saat ujian dikawal polisi. Namun ia mengaku kesulitan memperoleh bahan belajar saat berada di dalam sel tahanan. ”Hari ini (kemarin) enggak ada masalah kok. Tadi mengerjakan soal Bahasa Indonesia dengan lancar,” katanya.

Namun demikian, siswa berperawakan tinggi besar itu menja‎di perhatian sejumlah siswa yang lain karena dikawal oleh anggota polisi. Usai mengerjakan soal ujian, AA keluar kelas kembali disambut oleh aparat kepolisian, dan dibawa masuk menuju mobil polisi. Ia kembali dibawa ke sel tahanan Mapolsek Pedurungan.

Kepala SMK setempat mengatakan, AA sudah menyelesaikan soal ujian. Awalnya, AA akan diberikan tempat atau ruang terpisah, namun atas berbagai pertimbangan, akhirnya AA ditempatkan sebagaimana siswa yang lain agar membaur.

”Dia masih muda dan masa depannya masih panjang. Pertimbangan kemanusiaan, kami berusaha tidak membeda-bedakan dengan lainnya,” katanya.

Dikatakannya, semua berjalan lancar tanpa halangan. Terkait kondisi psikologis AA, ia menjelaskan tidak ada masalah.‎ ”Permintaan tidak mendadak, sudah kami bicarakan jauh-jauh hari,” ujarnya.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Djihartono mengatakan, pihaknya tetap memenuhi hak-hak para siswa yang terlibat pidana untuk mengkuti unas. ”Mereka punya hak untuk mengikuti unas. Di dalam tahanan juga diberikan kesempatan untuk belajar. Kalau pengawalan ya wajib dilakukan. Selesai ujian, dibawa ke sel tahanan. Status tersangka tidak hilang,” katanya.

Seperti diketahui AA ditahan setelah dinyatakan terlibat dalam kasus pengeroyokan yang menyebabkan Setya Aji Tri Pamungkas, 15, tewas. Dia ditahan bersama tujuh tersangka lain‎ dan dijerat pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. (amu/aro/ce1)