Buang Mayat Bayi di SPBU, Terekam CCTV

112

BUANG OROK-ADIT (1)WEB

BUANG OROK-ADIT (3)WEB

MASIH DILACAK: Dua pria mengenakan sarung dan berpeci membopong seorang perempuan masuk ke toilet SPBU Jalan Kaligawe kemarin. (REPRO CCTV/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MASIH DILACAK: Dua pria mengenakan sarung dan berpeci membopong seorang perempuan masuk ke toilet SPBU Jalan Kaligawe kemarin. (REPRO CCTV/JAWA POS RADAR SEMARANG)

GENUK – Pembuangan mayat bayi di tempat sampah toilet SPBU Jalan Kaligawe, Genuk, Semarang terekam kamera pengintai atau Closed Circuit Television (CCTV). Aksi tersebut dilakukan oleh anggota rombongan warga yang menumpang dua mobil. Pembuangan mayat bayi prematur itu terekam CCTV milik toko Oli Shop di sekitar lokasi.

Dalam rekaman CCTV itu terlihat seorang perempuan mengenakan baju batik motif bunga kombinasi warna putih, biru, merah, dan rok longdress warna biru. Perempuan tersebut dibopong oleh dua orang laki-laki mengenakan sarung dan peci. Diduga ia sedang proses melahirkan kemudian dibawa masuk ke dalam toilet wanita. Selang sekitar 30 menit, perempuan tersebut keluar dari dalam toilet dengan jalan kaki sempoyongan tanpa dibopong.

Rombongan itu datang menggunakan dua mobil jenis Isuzu Elf warna hitam dan Daihatsu Xenia. Mereka berhenti tepat di depan tempat pencucian mobil Oli Shop yang saat itu sedang tutup. Terlihat pula sejumlah orang mondar-mandir di sekitar lokasi.

Melihat pakaian yang dikenakan, mereka mirip rombongan pengajian. Sejumlah pria mengenakan sarung dan peci. Sedangkan yang perempuan mengenakan jilbab.

Kali pertama orok bayi itu ditemukan oleh petugas cleaning service SPBU, Mualim, 27, Senin (13/4) pukul 10.30. Saat itu, dia bermaksud membersihkan toilet dan memunguti sampah. Tepatnya di bak sampah toilet, Mualim terkejut karena menemukan benda mencurigakan.

”Saya mencium aroma busuk berasal dari toilet wanita yang letaknya di lorong antara SPBU dan tempat cuci mobil Oli Shop,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Mualim bergegas melaporkan ke pengelola SPBU, Riski Elis Setiyana, dan diteruskan ke Polsek Genuk. ”Setelah kami cek, ternyata mayat bayi. Kondisinya tergenang air dan darah,” katanya.

Dikatakan, bayi tersebut diduga lahir prematur dan meninggal, lalu dibuang ke dalam tempat sampah. Tak lama setelah menerima laporan, aparat Polsek Genuk dan Inafis Polrestabes Semarang tiba di lokasi kejadian untuk melakukan identifikasi. Petugas menemukan rekaman CCTV yang terpasang di toko Oli Shop.

Kanit Reskrim Polsek Genuk, AKP Haryono, mengatakan, pihaknya membenarkan adanya unsur kesengajaan dalam membuang bayi yang baru lahir. Ia mengaku masih mempelajari data dari rekaman CCTV tersebut.

Berdasarkan rekaman CCTV, pembuangan mayat bayi itu terjadi pada Minggu (12/4) pukul 10.31.22. Terlihat seorang wanita berambut sebahu dibopong oleh dua pria bersarung. Dua pria tersebut terlihat bingung mencari toilet. Setelah wanita tersebut dibawa masuk toilet, terlihat dua perempuan berkerudung menyusul masuk ke dalam. Mereka keluar pukul 10.54.50.

”Dalam rekaman ada dua mobil berhenti di SPBU. Kami masih melakukan penyelidikan. Rombongan tersebut diduga melakukan persalinan paksa di dalam toilet,” ungkap Haryono.

Selain itu, kata dia, unsur kesengajaan diperkuat bahwa lokasi pembuangan terletak tak jauh dari Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung. ”Jika rombongan itu bermaksud menyelamatkan sang bayi, seharusnya persalinan dilakukan di rumah sakit tersebut. Kenapa mereka sengaja meninggalkan di toilet?” ujarnya setengah bertanya.

Pihaknya mengaku masih melakukan pengusutan lebih lanjut untuk menelusuri dua mobil yang terekam CCTV tersebut. Diduga di antara mobil tersebut berpelat nomor E (Cirebon). Hingga kemarin, mayat bayi tersebut disemayamkan di kamar mayat RSUP dr Kariadi Semarang. (amu/aro/ce1)