Sahabat Tatap Championship Series

138
TAK IMBANG: Laga antara Sahabat Wisma Sehati Semarang Yuni melawan Sritex Dragons Solo di DBL Arena, Surabaya, Minggu (12/4). (JAWA POS PHOTO)
TAK IMBANG: Laga antara Sahabat Wisma Sehati Semarang Yuni melawan Sritex Dragons Solo di DBL Arena, Surabaya, Minggu (12/4). (JAWA POS PHOTO)
TAK IMBANG: Laga antara Sahabat Wisma Sehati Semarang Yuni melawan Sritex Dragons Solo di DBL Arena, Surabaya, Minggu (12/4). (JAWA POS PHOTO)

SEMARANG – Tim Sahabat Wisma Sehati Semarang akhirnya menggenggam tiket ke Championship Series, setelah menutup penampilannya di regular season IndiHome Women’s National Basketball League (WNBL) Indonesia musim 2014-2015 kemarin dengan mengalahkan Sritex Dragons Solo.

Dalam laga yang berlangsung di DBL Arena Surabaya tersebut, Sahabat berhasil menang telak 78-31. Kemenangan ini memastikan tim polesan Xaverius Wiwid itu finish di posisi ketiga klasemen. Selama mengarungi musim reguler, Natasha Debby Christaline dkk mengumpulkan 25 poin dari 10 kali kemenangan dan 5 kali kalah.

Dengan hasil ini, di babak Championship Series atau empat besar, Sahabat Wisma Sehati harus bentrok dengan Tomang Sakti yang menempati posisi ke dua untuk memperebutkan tiket final. Sementara juara regular session Surabaya Fever yang tak tekalahkan dalam 15 kali laga di regular session sehingga menemapti posisi puncak, akan ditantang Merah Putih Predators Jakarta yang berada di posisi empat.

Bintang kemenangan Sahabat kemarin adalah Yuni Anggraeni. Tampil dengan minute play 28 menit dan 1 detik, power forward kelahiran Purworejo itu mencetak double-double dengan mengemas 22 poin ditambah 13 rebound. Yuni kini tercatat sebagai pemain yang mengoleksi double-double terbanyak di liga basket wanita kasta tertinggi tanah air yakni sebanyak 28 kali.

Tak kalah cemerlang, Mariam Ulfah yang mencetak 15 poin. Disusul, Rohtriastari yang nyaris mencetak double-double setelah lewat kombinasi 10 rebound dan 9 poin. “Pemain lapis kedua berkontribusi cukup besar hari ini. Memang seharusnya performa mereka seperti ini di awal musim, namun baru di akhir bisa menunjukkan grafik permainan yang bagus,” kata Xaverius Wiwid usai laga. (bas/smu)