BERAS MELIMPAH : Musim panen stok beras melimpah dan harga turun di pasar tradisional. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERAS MELIMPAH : Musim panen stok beras melimpah dan harga turun di pasar tradisional. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERAS MELIMPAH : Musim panen stok beras melimpah dan harga turun di pasar tradisional. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Ratusan pedagang di Pasar Batang, Limpung, Bawang dan Bandar, Kabupaten Batang, mengalami kerugian cukup besar hingga puluhan juta rupiah. Lantaran menimbun stok beras ketika harga beras tinggi, beberapa bulan lalu. Sedangkan saat ini, beras melimpah.

Pengurus Asosiasi Pedagang Pasar, Kabupaten Batang, Taryudi, mengungkapkan bahwa selama sebulan terakhir, ratusan pedagang beras di pasar tradisional di beberapa kecamatan, mengalami kerugian hingga 25 persen dari harga semula. Hal ini karena para pedagang beras melakukan pembelian dalam jumlah besar, ketika harga beras sangat tinggi.

“Tiga bulan lalu hampir semua jenis beras mengalami kenaikan harga hingga 30 persen. Karena tidak ada kepastian harga, akhirnya para pedagang membeli beras untuk stok dalam jumlah besar. Namun mereka saat ini merugi, karena persediaan beras melimpah,” ungkap Taryudi di Pasar Darurat, Minggu siang (12/4) kemarin.

Taryudi juga mengatakan bahwa turunnya harga beras lebih disebabkan karena panen raya dan dibagikannya beras miskin (Raskin) secara serentak di semua desa. Dengan melimpahnya beras tersebut selama tiga bulan ke depan, bukan hanya pedagang beras yang merugi, petani juga ikut rugi. “Saat ini bukan hanya pedagang beras yang merugi, petani juga merugi karena gabahnya juga dibeli dengan harga murah,” kata Taryudi.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Peternakan (Dispertanak), Kabupaten Batang, Migayani Tamrin, membenarkan bahwa saat ini Kabupaten Batang, tengah mengalami panen raya serentak, hampir di setiap kecamatan. “Panen raya saat ini hampir dilaksanakan secara bersama pada setiap kecematan, dengan hasil yang cukup baik. Sehingga persediaan gabah dan beras sangat melimpah,” tutur Migayani.

Sementara itu, harga berbagai jenis beras dari mulai beras standar, medium hingga beras premium, turun 25 persen dari harga semula. Di beberapa pasar tradisonal Kabupaten Batang, seperti Pasar Warungasem, Bawang, Batang, Limpung dan Bandar, harga turun antara Rp 1000 hingga Rp 3000 per kilogramnya.

Harga beras jenis IR 2 yang semula dipasarkan dengan harga Rp 11.000 kini turun menjadi 8.500 per kilogram. Demikian juga pada beras IR I, dari harga Rp 12.000 turun menjadi Rp 9.500 per kilogram.Penurunan harga juga terjadi pada jenis beras premium atau kualitas terbaik, semula Rp 13.000 per kilogram kini turun menjadi Rp 10.000 per kilogram. (thd/ida)