Batang Art Festival Digelar Meriah

597
FASHION SHOW : Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo dan Sekda Pemkab Batang, Nasikhin turut menjadi peragawan dalam fashion show di Jalan Veteran Batang, Minggu (12/4) kemarin. Masing-masing berdampingan dengan seorang peragawati berjalan di atas catwalk, sehingga mengundang perhatian masyarakat. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
FASHION SHOW : Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo dan Sekda Pemkab Batang, Nasikhin turut menjadi peragawan dalam fashion show di Jalan Veteran Batang, Minggu (12/4) kemarin. Masing-masing berdampingan dengan seorang peragawati berjalan di atas catwalk, sehingga mengundang perhatian masyarakat.  (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
FASHION SHOW : Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo dan Sekda Pemkab Batang, Nasikhin turut menjadi peragawan dalam fashion show di Jalan Veteran Batang, Minggu (12/4) kemarin. Masing-masing berdampingan dengan seorang peragawati berjalan di atas catwalk, sehingga mengundang perhatian masyarakat. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Sekda Nasikhin berjalan catwalk bersama Model Batang Arta CarnivalWEB

BATANG-Batang Art Festival dan Fashion, akhirnya digelar oleh Pemkab Batang sangat meriah di Jalan Veteran, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Minggu (12/4) kemarin. Setelah sebelumnya mengundang pelaku dan konsultan dari Solo Batik Carnival (SBC) untuk melakuka transfer pengetahuan kepada masyarakat Batang.

Dalam puncak resepsi hari jadi Kabupaten Batang ke-49 ini, dimeriahkan dengan fashion show dengan kreasi motif batik khas Batang, yakni motif Tombak Abirawa. Ada yang dibuat setelan baju dan rok mini dengan dibalut kain puring yang tembus mata. Baju tersebut dikenakan oleh sejumlah model, sehingga mengundang decak kagum para pengunjung.

Padahal kain batik motif Tombak Abirawa, pada zaman dahulu digunakan oleh para perajurit Mataram saat berperang mengusir penjajah. Kini dimodifikasi lebih modern menjadi busana dengan beragam model.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Deerah Kabupaten Batang, Budi Prasetyowati mengatakan bahwa Batang Art Festival ini, merupakan ajang hiburan dan seni kreatif bagi masyarakat Batang. Selain menampilkan seni budaya, juga menggelar fashion show batik motif Tombak Abirawa khas Batang.

“Kami berharap dengan kegiatan ini, batik Batang yakni Tombak Abirawa menjadi kebanggaan masyarakat. Hal ini untuk kebangkitkan ekonomi masyarakat Batang di bidang industri kreatif,” kata Budi.

Sementara itu, Bupati Batang, Yoyok Rio Sudibyo turut ambil bagian dalam acara Batang Art Festival dan Fashion tersebut. Dengan berjalan bak peragawan di atas catwalk, bupati mengenakan motif batik Tombak Abirawa diapit oleh seorang model cantik. Bupati Yoyok selalu mengumbar senyum kepada pengunjung.

“Batang mempunyai budaya yang teramat tua. Oleh karena itu, kita Pemkab Batang akan mengangkat kembali cikal bakal sejarah budaya dan seni di Pulau Jawa. Dengan menampilkan seni melalui festival dan fashion show,” ungkap Bupati Yoyok.

Bupati Yoyok juga mengatakan bahwa Batang Art Festival dimulai sejak tahun 2012 dengan menampilkan seni budaya. Setelah mengundang dan konsultasi Solo Batik Carnival, akhirnya Pemkab Batang membuat Batang Art Carnival pada tahun 2013 dengan mengundang trah Raja-Raja yang ada hubungannya dengan sejarah Batang.

Menurutnya, batik Batang adalah batik tertua. Karena itu, untuk melestarikan batik Tombak Abirawa, semua pegawai di masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang di Batang diwajibkan menggunakan motif batik tersebut. “Untuk memulihkan dan menumbuhkan industri batik di Kabupaten Batang, semua wajib mengenakan batik motif Batang,” katanya. (thd/ida)