BATANG-Kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Batang semakin mengkhawatirkan. Terhitung sejak tahun 2008 sampai Maret 2015, jumlah korbannya mencapai total 131 anak.

Sesuai data Perlindungan Perempuan dan Anak, Pelangi Nusa Kabupaten Batang, sejak tahun 2008 tercatat ada 11 anak yang menjadi korban kekerasan seksual, 6 korban di tahun 2009, dan sepanjang 2010 sampai 2012 trennya meningkat, yakni mulai dari 19 anak, 23 anak, dan 28 anak.

“Data ini belum menggambarkan keseluruhan kasus kekerasan seksual terhadap anak. Sebab, bisa jadi fenomenanya seperti gunung es, lantaran banyak kasus serupa yang tidak dilaporkan, sehingga tak terpantau,” ungkap Sudjatmiko, Ketua Perlindungan Perempuan dan Anak, Pelangi Nusa Kabupaten Batang, Minggu (12/4) siang kemarin.

Bahkan, kata Sudjatmiko, angka pelecehan anak di tahun 2014 masih tinggi, yakni 25 korban. Namun, angka itu menurun dibanding tahun sebelumnya 2013, yakni hanya 16 anak yang menjadi korban.

Menurutnya, sampai dengan Maret 2015, tercatat sudah ada tiga korban kekerasan seksual terhadap anak. Dari data selama hampir delapan tahun, ada 15 korban yang mengalami kehamilan sebagai dampak kekerasan seksual dan satu korban tercatat meninggal dunia di tahun 2012.
“Meski amanat UU 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, ancaman hukuman pelaku kekerasan seksual terhadap anak sangat berat dan denda yang besar pula, namun kasus tersebut masih tinggi,” kata Sudjatmiko.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Batang, Nasikhin, menuturkan bahwa kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak, adalah kejahatan seksual kemanusiaan yang luar biasa. Karena itu, pelaku kejahatan tersebut, harus dihukum seberat-beratnya agar ada efek jera.
“Tanamkan pendidikan agama pada keluarga. Hanya dengan pendidikan agama ini, akan tumbuh kesadaran hukum dan bisa membentengi dari kejahatan apapun.” tutur Nasikhin. (thd/ida)