Tingkatkan Skill Rescuer lewat Uji Kompetensi

147
FISIK: Sejumlah anggota Basarnas Kota Semarang saat menjalani ujian fisik, push up, di halaman kantor SAR Semarang, kemarin. (Basarnas for Jawa Pos Radar Semarang)
FISIK: Sejumlah anggota Basarnas Kota Semarang saat menjalani ujian fisik, push up, di halaman kantor SAR Semarang, kemarin. (Basarnas for Jawa Pos Radar Semarang)
FISIK: Sejumlah anggota Basarnas Kota Semarang saat menjalani ujian fisik, push up, di halaman kantor SAR Semarang, kemarin. (Basarnas for Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Seorang personel rescuer dalam Badan SAR Nasional (Basarnas) harus memiliki skill yang mumpuni, karena menyangkut keselamatan orang. Oleh karena itu perlu peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan melakukan ujian kompetensi. Selama dua hari Kami dan Jumat (9-10/4) kemarin, sebanyak 65 personel rescuer mengikuti ujian kompetensi.

Tim penguji Agus Basori mengatakan, ujian kompetensi wajib dilakukan oleh seluruh Kantor SAR di seluruh Indonesia. Tujuan dilaksanakannya adalah untuk mengetahui sejauh mana kompetensi yang dimiliki oleh rescuer. ”Sebagaimana yang kita ketahui bahwa Basarnas adalah instansi yang berkompenten di bidang pencarian dan pertolongan (SAR). Sehingga dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagian besar memerlukan kemampuan tenaga serta skill,” katanya.

Selama dua hari mereka wajib mengikuti ujian tertulis dan praktik. Ujian praktik meliputi uji skill individu yang terdiri atas 12 item kompetensi, lari 12 menit, push up, sit up, shuttle run, renang, water trappen atau bertahan di air dan praktik penyelamatan korban dengan teknik towing. Teknik towing adalah rescuer menolong korban dengan langsung berenang mendekati korban kemudian kembali berenang lagi dengan membawa korban.

Ujian tertulis dilaksanakan di Kantor SAR Semarang Jalan Bukit Barisan A.IV No 09 Perum Permata Puri Ngaliyan sedangkan praktik renang, lari, shuttle run dan puli up dilaksanakan di Akademi Polisi (Akpol) Jalan Sultan Agung, Semarang. ”Semua materi telah diujikan. Semua rescuer juga sudah mengikuti semuanya. Jadi tinggal menunggu saja hasil penilaiannya,” kata Kepala Kantor SAR Semarang Agus Haryono.

Tentu, kata Agus Haryono, harapannya adalah semua personel lulus di seluruh bidang materi yang diujikan. Sehingga mereka memang layak sebagai rescuer. Dengan tenaga rescuer yang memenuhi kompentensi ini, maka pelayanan jasa SAR bagi masyarakat akan lebih baik. Proses pencarian dan pertolongan korban saat terjadi bencana, musibah dan kecelakaan akan cepat tertangani dengan cepat, tepat dan aman. (ris/jpnn/zal/ce1)