Throughput Peti Kemas Naik 8 Persen

131
TUMBUH POSITIF : Arus petikemas internasional memberikan kontribusi besar dalam throughput peti kemas TPKS selama triwulan pertama 2015. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TUMBUH POSITIF : Arus petikemas internasional memberikan kontribusi besar dalam throughput peti kemas TPKS selama triwulan pertama 2015. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TUMBUH POSITIF : Arus petikemas internasional memberikan kontribusi besar dalam throughput peti kemas TPKS selama triwulan pertama 2015. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG– Capaian produksi handling peti kemas (throughput) peti kemas selama triwulan I 2015 mengalami peningkatan. Yaitu sebesar 8 persen dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Pelaksana harian (Plh) GM Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS), Edy Sulaksono mengatakan bahwa pada triwulan pertama tahun 2015 ini, pihaknya telah melakukan handling petikemas ekspor–impor serta domestik dengan total sebanyak 151.464 TEU (Twenty Foot Equivalent Unit).

“Jumlah tersebut lebih tinggi 8 persen dari angka yang dicapai pada periode yang sama tahun sebelumnya yakni sebanyak 140.475 TEU. Dengan rincian, petikemas internasional sebanyak 91.350 boks atau 146.745 TEU dan petikemas domestik sebesar 3.444 boks atau 4.677 TEU,” ujarnya, Jumat (10/4) kemarin.

Menurutnya, pencapaian peningkatan pertumbuhan petikemas di TPKS ini banyak dipengaruhi oleh peningkatan arus petikemas internasional yang signifikan yaitu terlampaui 10 persen dalam boks dan 9 persendalam TEU dibandingkan pencapaian tahun lalu.

Peningkatan petikemas impor isi memberikan kontribusi terbesar dalam pencapaian arus dari tahun lalu, dengan persentase 117 persen untuk 20 feets dan 127 persen untuk 40 feets. Sedangkan untuk ekspor isi, tercatat kenaikan 102 persen untuk 20 feet dan 105 persen untuk 40 feet.

“Ekspor ini didominasi meningkatnya beberapa komoditas unggulan seperti furniture hingga 19 persen, Albasia 16 persen, Benang 20 persen, Plywood 43persen serta komoditas unggulan lain,” ujarnya.

Terkait kinerja operasi pelayanan kapal, Asisten Manager Operasi TPKS, Purwanto Wahyu, juga menginformasikan bahwa pencapaian rata-rata Berthing Time kapal di TPKS pada periode triwulan I tahun 2015, tercatat waktu 15,62 jam atau lebih rendah dari target yang ditetapkan, yaitu 91,88 persen (target 17,00) dan 92,10 persen dari rata-rata tahun lalu (target 16,96 jam).

“Membaiknya kinerja pelayanan kapal ini dikarenakan menurunnya Idle Time rata-rata kapal dari target 1 jam dan pencapaian tahun lalu 1,41 jam menurun menjadi 0,80 jam. Peningkatan kecepatan rata-rata kinerja BCH dan BSH dari penetapan maupun pencapaian tahun lalu seperti yang dijabarkan pada ulasan kinerja operasional pelayanan barang, juga menjadi penyebab mempersingkat waktu rata-rata tambat kapal di TPKS,” imbuhnya. (dna/ida)