Rela Iuran, Tiap Dua Bulan Rembug Warga

143
JUARA : Diresmikan Kapolres Pekalongan Kota AKBP Rifki, diganjar dengan juara 2 lomba Siskampling Tingkat Pekalongan pada akhir tahun 2014 kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JUARA : Diresmikan Kapolres Pekalongan Kota AKBP Rifki, diganjar dengan juara 2 lomba Siskampling Tingkat Pekalongan pada akhir tahun 2014 kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JUARA : Diresmikan Kapolres Pekalongan Kota AKBP Rifki, diganjar dengan juara 2 lomba Siskampling Tingkat Pekalongan pada akhir tahun 2014 kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Kota Pekalongan ternyata memiliki kampung ispiratif di Kelurahan Tirto RT 03 RW 01 Kecamatan Pekalongan Barat Kota Pekalongan. Selain warganya sangat kompak, juga rela patungan (iuran, red) demi kenyamanan kampung. Seperti apa?

MASUK lingkungan Kelurahan Tirto RT 03 RW 01 Kecamatan Pekalongan Barat Kota Pekalongan, akan disambut dengan keramahan warga dan kerapian lingkungannya. Saat malam hari, suasana kampung juga sangat terang benderang, hampir tidak ada titik black spot di sepanjang kampung tersebut saat malam hari.

“Dulu kampung ini seperti kebanyakan kampung lainnya, suasananya sepi dan tanpa keramahan. Namun sejak pemekaran, ternyata warga memiliki banyak uneg-uneg untuk membuat kampung lebih baik lagi,” buka Triyono salah satu tokoh warga setempat.

Namun sejak pertengahan tahun 2013 ada pemekaran wilayah, kata pria berambut gondrong ini, warga sepakat membentuk pengurusan baru untuk menaungi 93 keluarga dengan 325 jiwa. Ternyata warga memiliki banyak konsep sosial menarik, akhirnya sejak September disepakati setiap dua bulan sekali ada rembug warga.

“Dari rembug warga ternyata banyak ide-ide menarik. Warga juga mengungkapkan keluh kesahnya. Intinya ingin kampung lebih hidup, lebih ramah dan lebih baik,” ucapnya.

Untuk memulai kegiatan di kampung tersebut, awalnya warga dimintai iuran setiap bulan Rp 5 ribu. Namun warga menolak dengan alasan terlalu besar. “Anehnya saat kami mengajukan ide iuran sehari Rp 1 ribu, warga malah setuju. Katanya lebih ringan dan murah. Padahal kalau dikalkulasi sebulan mengeluarkan uang setiap kepala keluarga Rp 30 ribu,” ucapnya sambil tertawa.

Dari dana tersebut, munculah banyak ide untuk membuat kampung lebih menarik. Neonisasi digagas untuk menerangi jalan-jalan kampung dan titik-titik gelap. Selain yang sudah diberi lampu oleh rumah yang dekat dengan titik tertentu, juga dipasang 14 titik baru. Semua pembelian instalasi listrik dan pembayaran listrik dibiayai dari uang iuran tersebut.

Rencana berikutnya adalah membuat Pos Kampling, agar lebih menarik warga berinisiatif membuat kampung lebih bagus lagi.
“Setelah dikalkulasi, ternyata butuh biaya besar, sekitar Rp 9 jutaan. Namun uang iuran masih sedikit, akhirnya berinisiatif pakai uang saya jadi modal awal. Ternyata warga lain juga mau menambahi. Dengan perjanjian, uang pribadi akan dikembalikan bertahap melalui uang iuran,” jelas Tri Kucir panggilan akrabnya.

Kini, selain sudah bisa mengembalikan uang warga, kas kampung memiliki dana belasan juta rupiah. Yang dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan warga. Dari membuat keranda jenazah sampai kebutuhan lainnya.

Poskamling dengan ukuran 2 x 3 meter dengan fasilitas mewah pun terwujud untuk hiburan warga. Ada TV LED 32 inchi, ada parabola, ada alat-alat komplit dari P3K, alat-alat keamanan dari pentungan, borgol, hingga alat pemadam kebakaran.

“Dulu diresmikan oleh Kapolres Pekalongan Kota AKBP Rifki, yang sekarang sudah pindah tugas. Tepat pada malam pergantian tahun 2013 -2014. Kami sampai menanggap orkes karena saking gembiranya,” tambah Ketua RT, Teguh Catur Wibowo.

Atas keberhasilan warga memiliki ide membuat pos kampling unik tersebut, diganjar dengan juara 2 lomba Siskampling Tingkat Pekalongan pada akhir tahun 2014 kemarin.

Tidak hanya itu, warga juga mendirikan perpustakaan untuk anak-anak dan warga sekitar di dalam Poskampling. Buku-buku dan majalah merupakan sumbangan dari rekan-rekan maupun warga sekitar. “Alhamdulillah, kini kampung kami semakin bagus dan menarik. Semoga bisa menginspirasi kampung lain agar semakin bisa menata lingkungan dan warganya dengan cara sederhana namun kompak,” pungkas Pak RT. (/han/ida)