DISERANG WERENG : Petani di Desa Sempu, Kecamatan Limpung, Batang, saat menunjukkan lahan sawahnya yang terserang hama wereng, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DISERANG WERENG : Petani di Desa Sempu, Kecamatan Limpung, Batang, saat menunjukkan lahan sawahnya yang terserang hama wereng, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DISERANG WERENG : Petani di Desa Sempu, Kecamatan Limpung, Batang, saat menunjukkan lahan sawahnya yang terserang hama wereng, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Lebih dari 125 hektare sawah yang dua bulan mendatang siap panen, ternyata diserang hama wereng dan tikus. Akibatnya, sebagian besar sawah tersebut mengalami gagal panen. Di antaranya, berada di 15 kecamatan di Kabupaten Batang, seperti Kecamatan Blado, Gringsing, Kandeman, Limpung, Pecalungan dan kecamatan lainnya.

Para petani yang lahannya diserang hama wereng, merasa putus asa. Pasalnya, sebelumnya telah berulang kali disemprot menggunakan pestisida, namun hama tersebut tak kunjung menghilang, justru semakin meluas hingga ke lahan sawah lainnya.
Taryasi, 48, warga Desa Sempu, Kecamatan Limpung, mengungkapkan bahwa hama wereng tersebut menyerang batang tanaman padi, sejak tanaman mulai berumur satu bulan. Sehingga banyak tanaman padi yang tumbuhnya kecil dan mati. Padahal sudah tiga kali disemprot dengan pestisida.

“Saya hampir putus asa. Sudah saya semprot dengan pestisida tiga kali, tetap saja hama werengnya tidak mau pergi. Serangan hama wereng ini, merata di banyak tempat, termasuk di Kecamatan Blado,” ungkap Taryasi sambil menunjukan tanaman padinya yang mengecil, Jum’at siang (10/4) kemarin.

Jika hama wereng tersebut tidak segera dibatasi perkembangannya, kata Taryasi, akan menyerang ke lahan yang ada di sebelahnya. Saat ini, sudah lebih dari 125 hektare lahan di Kecamatan Limpung sudah diserang hama wereng.

“Sebetulnya hama wereng setiap tahun menyerang sawah warga. Namun untuk tahun ini, serangannya sangat ganas. Karena disemprot sampai tiga kali, tidak juga hilang,” kata Taryasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Peternakan (Dispertanak) Kabupaten Batang, Migayani Tamrin menandaskan bahwa bibit tanaman yang kurang bagus mudah terserang hama, khususnya hama wereng. Karena itu, Balai Penelitian Tanaman Pangan (BPTP), telah menyiapkan bantuan berupa displai uji varietas tanaman padi di tiga lokasi di Batang. Ini sebagai upaya khusus dalam rangka mendukung pencapaian target swasembada pangan dan menekan serangan hama.

“Uji varietas ini, diperuntukkan bagi luasan lahan 4 hektare, yang akan diujicobakan pada tiga desa. Yakni Tangglungharjo Kecamatan Subah 1 hektare, Rowobelang Kecamatan Batang 1 hektare, dan Desa Siberuk Kecamatan Tulis 2 hektare. Uji coba ini dilakukan agar petani bisa meningkatkan produksi,” tandas Migayani. (thd/ida)