Polisi Bidik Tersangka Baru

175

BARUSARI – Aparat Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jateng masih mengusut laporan pidana umum dugaan pemalsuan dokumen yang dilaporkan pihak Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Semarang. Terlapor dalam perkara tersebut adalah Dyah Ayu Kusumaningrum (DAK), yang saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka penyidik Polrestabes Semarang.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jateng Kombes Pol Purwadi Arianto mengatakan, saat ini pihaknya masih menangani laporan kasus tersebut. ”Masih jalan terus, (penanganan proses hukum) dua-duanya sama-sama jalan,” kata Purwadi ditemui Jawa Pos Radar Semarang usai salat Jumat di Mapolda Jateng, Jumat (10/4).

Pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi, di antaranya Dyah Ayu Kusumaningrum (DAK), selaku terlapor, telah diperiksa pada Senin (6/4) lalu. Namun demikian, pihaknya masih menunggu perkembangan lanjutan, dan akan melakukan koordinasi dengan pihak Polrestabes Semarang. ”Masih menunggu,” ujarnya.

Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Sugiarto mengatakan, pihaknya akan melakukan gelar perkara secara internal dengan Polda Jateng. ”Barang bukti dan objek yang dilaporkan di Polda Jateng, ada di Polrestabes Semarang,” terang Sugiarto.

Karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Polda Jateng untuk menentukan langkah selanjutnya. Apakah nantinya laporan kasus di Polda Jateng itu akan diterbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3)? Sugiarto mengaku masih menunggu hasil gelar perkara dengan pihak Polda Jateng.
”Saya tidak mengatakan di-SP3 lho. Itu tergantung hasil gelar perkara bersama Polda Jateng nanti seperti apa,” katanya.

Dijelaskan Sugiarto, jika dalam penanganan sebuah kasus tindak pidana umum, kemudian ditemukan unsur pidana yang lebih khusus, maka pidana umumnya dikesampingkan. ”Tidak boleh seorang tersangka disidik (ditetapkan tersangka lagi) dalam perkara yang sama,” ujarnya.

Pidana umum terkait dugaan pemalsuan dokumen dalam pelaporan di Polda Jateng telah terurai sebagai salah satu modus dalam tindak pidana korupsi yang ditangani oleh penyidik Tipikor Polrestabes Semarang. ”Pemalsuan dokumen itu kan salah satu modusnya. Objeknya sama,” katanya.

Pihaknya juga akan mengusut ke mana saja aliran uang Rp 22,7 miliar tersebut. Sugiarto menegaskan, tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru dalam kasus ini. Hal itu diharapkan diketahui setelah melakukan pemeriksaan terhadap dua tersangka, yakni Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kas Daerah Dinas Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kota Semarang, Suhantoro (SH) dan mantan bankir, Dyah Ayu Kusumaningrum (DAK).

”Kami menetapkan tersangka berdasarkan bukti-bukti yang berhasil kami dapatkan. Namun tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru, termasuk itu (ke mana saja aliran Rp 22,7 miliar). Dalam waktu dekat kami akan periksa tersangka,” ujarnya.

Transaksi gratifikasi dari tersangka Dyah Ayu Kusumaningrum kepada Suhantoro senilai Rp 30 juta-Rp 50 juta melalui dua rekening atas nama Suhantoro, yakni rekening Bank Mandiri Jalan Pemuda Semarang dan rekening BNI, itu terjadi dalam kurun waktu 2014. ”Itu baru bukti-bukti yang kami temukan. Maka ya tidak menutup kemungkinan pejabat lama nanti kami periksa,” terangnya.

Terkait Suhantoro yang saat ini juga tersangka, dan telah ditahan dalam kasus dugaan penyelewengan dana hibah KONI Kota Semarang yang ditangani oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang, Sugiarto mengaku tidak mempersoalkan hal itu. ”Ya, tidak ada masalah. Soal penahanan (Suhantoro) itu malah justru memudahkan. Jika diperlukan untuk pemeriksaan, tinggal panggil. Sejauh ini, tersangka kooperatif,” kata dia.

Sugiarto mengaku belum mengarahkan penyelidikan terkait apakah ditemukan pelanggaran terkait kenapa Pemkot Semarang mendepositokan uang kas daerah di bank swasta. Hal itu diduga sebagai modus korupsi besar dengan cara bermain bunga bank. Bahkan belakangan mencuat sedikitnya ada 7 bank swasta. ”Belum mengarah ke situ. Yang jelas, kami menemukan perkara korupsi dalam kasus ini,” ujarnya.

Mengenai kerugian negara berapa, pihaknya mengaku masih menunggu hasil audit dari BPK RI Perwakilan Jateng. ”Sedikit demi sedikit lah, maunya kok cepet-cepetan,” ujar Sugiarto sembari setengah bercanda.

Untuk tersangka Dyah Ayu Kusumaningrum, penyidik Polrestabes Semarang telah melakukan pemeriksaan terhadap 20 saksi, masing-masing 10 pejabat pemkot, pihak bank sebanyak 5 orang, dan 5 orang saksi dari pihak lain. Sedangkan untuk tersangka SH terkait perkara korupsi gratifikasi, penyidik telah melakukan pemeriksaan 3 saksi, masing-masing dua orang dari pihak bank, dan satu orang dari pihak lain. (amu/aro/ce1)