30 C
Semarang
Senin, 16 Desember 2019

Pengelola Imexindo Jadi Tersangka

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

PUPUK ILEGAL: Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Liliek Darmanto bersama Kapolres Semarang AKBP Muslimin Ahmad, menunjukkan tersangka Sri Lestari dan barang bukti pupuk ilegal. (PRISTYONO HARTANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PUPUK ILEGAL: Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Liliek Darmanto bersama Kapolres Semarang AKBP Muslimin Ahmad, menunjukkan tersangka Sri Lestari dan barang bukti pupuk ilegal. (PRISTYONO HARTANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN- Setelah dilakukan pemeriksaan intensif dari hasil inspeksi mendadak (sidak) di gudang distribusi pupuk di lingkungan Kelurahan Ngempon, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, polisi akhirnya menetapkan pengelola gudang sekaligus pabrik CV Imexindo Nusantara, Sri Lestari, 34, warga Ngempon sebagai tersangka. Sri ditetapkan tersangka karena dinilai melanggar aturan. Sebab, pupuk yang digunakan tidak sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) dan tidak dilengkapi dokumen yang sah dari pemerintah. Polisi juga menyita ratusan pupuk ilegal, seperti Fastgro NPK Super Green, Fastgro Nutrision Plus, Nongfeng Buah, Nongfeng Daun serta Farmpion. Selain itu, juga disita mesin pengoplos pupuk dan mesin pengemas.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Liliek Darmanto, mengatakan, terungkapnya tempat produksi pupuk ilegal berawal dari laporan masyarakat yang mencuriga aktivitas CV Imexindo Nusantara. Selanjutnya dilakukan pengecekan, dan didapati ada produksi pupuk yang tidak sesuai standar.

Lebih detail Liliek menjelaskan, tersangka mengoplos pupuk dengan berbagai bahan kimia. Hasil campuran yang sudah jadi selanjutnya dikemas dalam berbagai merek.

“Tempat ini telah memproduksi, mendistribusi, dan perdagangan pupuk tanpa SNI, serta tak dilengkapi dokumen yang sah dari pemerintah. Pupuk merek tersebut memang ada di pasaran, namun yang diproduksi ini palsu,” kata Lilik dalam gelar perkara di Mapolres Semarang, Jumat (10/4).

Ditambahkan Kapolres Semarang AKBP Muslimin Ahmad, tersangka Sri telah memproduksi pupuk tersebut sejak sekitar setahun lalu. Pupuk-pupuk tersebut telah didistribusikan dan dijual ke berbagai daerah luar Jawa. Atas perbuatannya, tersangka akan dijerat pasal 62 ayat (1) jo pasal 9 ayat (1) huruf h UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Selain itu polisi juga akan menjerat Sri Lestari dengan pasal 120 ayat (1) UU Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian serta pasal 60 ayat (1) huruf f UU Nomor 12 tentang Sistem Budidaya Tanaman. “Tersangka terancam hukuman lima tahun penjara atau denda maksimal Rp 2 miliar,” pungkas kapolres. (tyo/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Libatkan Kepala Sekolah

UNGARAN – Satreskrim Polres Semarang terus mengembangkan kasus penipuan calon pegawai negeri sipil (PNS) yang diduga melibatkan anggota Polres Semarang, Aipda TJ dan seorang...

Berfoto di Rumah Pohon Tinjomoyo

RADARSEMARANG.COM - Pengunjung berfoto diatas rumah pohon Hutan Wisata Tinjomoyo, Kota Semarang, Senin (8/1). Hutan Wisata Tinjomoyo saat ini terus dipercantik dan ditambah fasilitasnya...

Calo CPNS Beraksi Lagi

Korban Tertipu Rp 42,25 Juta BARUSARI – Belum tuntas kasus dugaan penipuan dengan modus CPNS yang melibatkan beberapa oknum di instansi pemerintahan sebagai terlapor, pihak...

Buntu, Reskrim Limpahkan ke Laka

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Polres Semarang belum menemukan unsur pidana yang diduga dilakukan Nur Chamid, 51, kepada istrinya, Sri Rahayu 40, warga Dusun Macanan RT...

More Articles Like This

- Advertisement -