TEMPAT IBADAH: Kapolda Jateng Irjen Pol Nur Ali bersama Kapolres Semarang AKBP Muslimin Ahmad meresmikan Masjid Baitul Muslimin di kompleks Mapolres Semarang kemarin. (PRISTYONO HARTANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
TEMPAT IBADAH: Kapolda Jateng Irjen Pol Nur Ali bersama Kapolres Semarang AKBP Muslimin Ahmad meresmikan Masjid Baitul Muslimin di kompleks Mapolres Semarang kemarin. (PRISTYONO HARTANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
TEMPAT IBADAH: Kapolda Jateng Irjen Pol Nur Ali bersama Kapolres Semarang AKBP Muslimin Ahmad meresmikan Masjid Baitul Muslimin di kompleks Mapolres Semarang kemarin. (PRISTYONO HARTANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN- Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Nur Ali meminta masjid di lingkungan kantor polisi jangan dimanfaatkan untuk tidur-tiduran anggota. Namun keberadaan masjid harus dimanfaatkan untuk memperkuat ibadah dan spiritual anggota kepolisian dan masyarakat sekitar.

“Jangan sampai masjid jadi ‘rumah sakit’, dari luar kelihatan bagus, di dalamnya banyak anggota pada tidur,” tegas kapolda saat meresmikan Masjid Baitul Muslimin di kompleks Mapolres Semarang, Jumat (10/4) pagi.

Kapolda berharap, masjid tersebut dimakmurkan dan dimanfaatkan untuk mengoptimalkan nilai spiritual anggota Polres Semarang maupun masyarakat. Kapolda juga mengapresiasi pada para donatur yang ikut berpartisipasi pembangunan masjid tersebut.

“Orang yang berjuang di jalan Allah tidak akan pernah miskin dan bangkrut. Masjid ini akan menjadi tempat yang penting untuk melakukan revolusi mental. Orang yang tak memanfaatkan masjid, hidupnya tidak diridloi Allah dan tak bermanfaat,” kata kapolda.

Kapolres Semarang, AKBP Muslimin Ahmad, mengatakan, lokasi yang saat ini didirikan Masjid Baitul Muslimin sebelumnya musala yang hanya berukuran 2 x4 meter persegi. Bahkan untuk berwudlu saja menurut kapolres, airnya sangat susah. Selain itu, ketika akan ke masjid harus menyeberang jalan yang lalu lintasnya padat. “Alhamdulillah proses pembangunan masjid ini berjalan lancar, mudah-mudahan dapat bermanfaat,”harapnya. (tyo/aro)