Desak Benahi Infrastruktur Sektor Pariwisata

94

SEMARANG – Kalangan DPRD Jateng mendesak pemprov membangun infrastruktur di sektor pariwista. Sebab, sektor ini potensinya cukup besar untuk penambahan pemasukan pendapatan di Jateng. Tapi karena infrastruktur dan sosialisasi yang kurang maksimal, akhirnya berbagai potensi besar di sektor pariwisata akhirnya belum maksimal.

Anggota komisi D DPRD Jateng, Ambar Fathonah mengatakan, infrastruktur di sektor pariwisata selama ini masih belum digarap maksimal. Banyak akses menuju lokasi wisata yang jalannya mengalami rusak. Tidak hanya itu, sejumlah fasilitas di lokasi wisata juga minim. Sehingga kondisi seperti ini membuat calon wisata enggan atau malas untuk ke lokasi wisata tersebut. ”Sebenarnya potensi wisata cukup bagus dan banyak di Jateng. Makanya harus iimbangi juga dengan infrastruktur seperti jalan dan fasilitas umum lainnya,” katanya, kemarin.

Politisi Golkar ini menambahkan, lokasi wisata Gedongsongo, Kabupaten Semarang misalnya. Akses jalan untuk menuju lokasi belum maksimal, karena masih tergolong sempit untuk akses wisata sekelas Gedongsongo. Mestinya, harus ada pengelolaan infrastruktur yang cukup bagus dan maksimal. ”Jalannya harus dilebarkan dan ada fasilitas terminal yang luas, agar semua bus wisata bisa masuk di sana,” imbuhnya.

Meski begitu, lokasi terminal jangan terlalu dekat dengan lokasi wisata. Sehingga, nanti pemerintah bisa memfasilitasi angkutan khusus wisata, agar bisa mendongkrar perekonomian masyarakat sekitar. Ia optimis, jika pariwisata digarap maksimal, tidak hanya pemerintah saja yang untung. ”Masyarakat lokasi sekitar juga pasti terangkat secara ekonomi, asalkan semua digarap maksimal. Inilah pekerjaan yang mestinya harus diselesaikan pemerintah secara cepat,” tambahnya.

Anggota Komisi E DPRD Jateng, Muh Zen Adv mengatakan, potensi wisata di Jateng cukup besar. Mulai dari Borobudur, Prambanan, Karimunjawa, Gedongsongo dan sebagainya. Meski begitu, ia menilai jika pemerintah masih kurang maksimal untuk mengarap sektor ini. Akibatnya kunjungan wisatawan mengalami penurunan di tahun 2014. Jumlah wisata mencapai 29 juta orang pada tahun 2013, turun menjadi 27 juta orang di tahun 2014. ”Ini harus dibanahi, kenapa wisatawan menurun. Padahal potensi wisata di Jateng besar,” katanya.

Ia menambahkan banyak promblem yang menyebabkan destinasi wisata di Jateng masih belum tergarap maksimal. Mulai dari masih belum persoalan di bandara A Yani, Stasiun serta pelabuhan. Ia berharap, status sebagai bandara Internaional harus dibarengi dengan fasilitas yang sesuai. Agar wisatawan yang berkunjung semakin banyak dan bisa betah untuk berlama-lama di Jateng. ”Ini harus ada komitmen yang kuat, dan harus kerja sama dengan pemerintah pusat. Tidak bisa berjalan sendiri, harus ada promosi kuat agar bisa mendatangkan wisatawan banyak di Jateng,” tambahnya. (fth/ce1)