1,5 Tahun Buron, Berhasil Curi 24 Mobil

142
KEMBALI DIBEKUK: Sebelas tersangka komplotan pencuri mobil berhasil dibekuk, satu di antaranya merupakan buronan Mapolda Jateng, setelah melarikan diri dari sel Mapolda pada 2013, lalu. Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
KEMBALI DIBEKUK: Sebelas tersangka komplotan pencuri mobil berhasil dibekuk, satu di antaranya merupakan buronan Mapolda Jateng, setelah melarikan diri dari sel Mapolda pada 2013, lalu. Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
KEMBALI DIBEKUK: Sebelas tersangka komplotan pencuri mobil berhasil dibekuk, satu di antaranya merupakan buronan Mapolda Jateng, setelah melarikan diri dari sel Mapolda pada 2013, lalu. Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

BARUSARI – Seorang tahanan kasus curanmor yang kabur 2013 lalu dari sel Mapolda Jateng, Abdul Jamil, 46, berhasil dibekuk kembali oleh tim Direktorat Reserse Umum (Ditreskrimum) Polda Jateng. Selama pelariannya, warga asal Temanggung ini tetap melancarkan aksinya dan berhasil mencuri 24 mobil bersama 10 temannya.

Diketahui, tersangka kabur dari sel tahanan Mapolda Jateng pada tanggal 5 Oktober 2013. Saat itu, Abdul Jamil meminta izin untuk membuang sampah di sekitar gedung Direktorat Tahanan dan Barang Bukti Polda Jateng.

Kesempatan emas itu dimanfaatkan oleh Abdul Jamil untuk mengambil langkah seribu alias melarikan diri dengan cara melompat tembok. ”Saya kabur ke Jakarta. Mulai mencuri mobil sejak bulan Juni 2014,” kata tersangka Abdul Jamil saat gelar perkara di Dit Reskrimum Polda Jateng, Jalan Pahlawan, Semarang, Jumat (10/5).

Tidak hanya di Jakarta, dia mengaku berpindah-pindah tempat untuk menghindari kejaran polisi. Hingga pada akhirnya ia bertemu dengan komplotan pencuri mobil di Desa Mlilir, Grobogan, Jawa Tengah. ”Sudah mencuri 24 mobil di lokasi berbeda. Semuanya di Jateng,” ujarnya.

Dia mengaku hanya berbekal kunci letter L dan soket. Mobil sasarannya bermacam-macam, mulai truk hingga mobil pikap. ”Biasanya sudah ada yang pesan. Untuk pikap, saya jual Rp 12,2 juta,” katanya.

Bersama kawan-kawannya, tersangka mengincar mobil yang diparkir di pinggir jalan besar. ”Kunci pintu mobil dibobol menggunakan kunci letter L. Setelah itu mengganti soket di mobil menggunakan soket yang saya bawa. Pada soket tersebut sudah ada kunci kontak sehingga dengan mudah mobil bisa dihidupkan,” katanya. Saat mencuri truk, mereka menggunakan kunci L hingga indikator kontak berwarna merah lalu didorong sampai mesin menyala.

Dirreskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Purwadi Arianto mengatakan, tersangka ditangkap pada tanggal 27 dan 28 Maret lalu. ”Mereka beraksi di 24 lokasi, mulai di Kota Semarang, Sukoharjo, Boyolali, dan Salatiga. Kami menyita barang bukti sebanyak delapan mobil dan truk,” kata Purwadi.

Selain Abdul Jamil, para tersangka adalah, Ruswanto, 50; Agus Kuswanto, 37; Nur Aini alias Bruno, 38; Edy Wantoro, 44; Yudi Ariyanto, 38; Dewanto Himawan, 49; Murwiyono, 35; Wastiyo, 31; Ghofur Hidayat, 53; Slamet Raharjo, 48. ”Mereka merupakan spesialis pencuri mobil bak terbuka. Beberapa di antaranya ada yang dijual dengan cara dipreteli,” katanya. Para tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (amu/zal/ce1)