Tiga Bus dan Satu Mobil Rusak Parah

737
TABRAKAN BERUNTUN : Tiga bus dan 1 mobil Kijang mengalami rusak parah setelah melakukan kebut-kebutan hingga akhirnya menabrak truk trailer yang sedang parkir di Jalan Raya Arteri Soekarno-Hatta di Desa Truko, Kecamatan Kangkung, Rabu (9/4) malam. (BUDI SETIAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TABRAKAN BERUNTUN : Tiga bus dan 1 mobil Kijang mengalami rusak parah setelah melakukan kebut-kebutan hingga akhirnya menabrak truk trailer yang sedang parkir di Jalan Raya Arteri Soekarno-Hatta di Desa Truko, Kecamatan Kangkung, Rabu (9/4) malam. (BUDI SETIAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TABRAKAN BERUNTUN : Tiga bus dan 1 mobil Kijang mengalami rusak parah setelah melakukan kebut-kebutan hingga akhirnya menabrak truk trailer yang sedang parkir di Jalan Raya Arteri Soekarno-Hatta di Desa Truko, Kecamatan Kangkung, Rabu (9/4) malam. (BUDI SETIAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Akibat aksi kebut-kebutan antarbus, tabrakan beruntun terjadi di Jalur Pantura Kendal, tepatnya di Jalan Raya Arteri Soekarno-Hatta di Desa Truko, Kecamatan Kangkung, Rabu (9/4) malam. Kecelakaan tersebut melibatkan lima kendaraan sekaligus. Yakni satu truk trailer dan sebuah mobil plat merah milik Pemkab Batang. Selain itu, tiga bus AKAP yakni Bus Perusahaan Otobus (PO) Shantika, PO Pahala Kencana dan PO Muji Jaya. Akibatnya, tiga bus dan satu mobil mangalami rusak parah.

Kejadian bermula ketika truk trailer bernopol L 9567 UK tujuan Surabaya yang ditumpangi Hendri Kuswanto, 41, berhenti di tepi jalan. “Saya hendak istriharat, makanya saya parkirkan kendaraan di tepi jalan,” ujarnya.

Setelah berhenti sejenak, ia turun dari kabin truk untuk ke kamar kecil dan membeli air mineral di mini market yang berada di seberang jalan. “Saya beli minuman, pas saya keluar ada bus PO Shantika yang menabrak peti kemas yang saya angkut bagian belakang,” jelasnya.

Setelah bus PO Shantika bernopol H 1743 BG menabrak, diikuti bus lain yakni bus PO Pahala Kencana bernopol B 7891 IZ, bus PO Muji Jaya K 1662 BC dan mobil plat merah jenis Toyota Kijang bernopol G 9504 RC.

Akibat tabrakan beruntun tersebut, truk trailer yang mengangkut peti kemas mengalami penyok. Sedangkan tiga bus ringsek bagian depan dan belakang. Sedangkan mobil dinas Kijang yang diketahui milik Pemkab Batang mengalami rusak parah bagian depan mobil. “Jadi setelah menabrak truk saya, tabrakan beruntun diikuti bus-bus lain,” jelasnya.

Abdul Karim, 27, warga sekitar mengatakan bahwa bus Shantika dan Pahala Kencana hendak menyalib truk yang berada persis di lajur kanan. Namun tidak cukup speling lantaran ada truk trailer yang parkir di sisi kiri lajur jalan. “Bus-bus mengerem mendadak sehingga tabrakan beruntun tak terhindarkan,” katanya.

Akibat tabrakan tersebut, satu orang penumpang mengalami luka sobek bagian tangan. Tidak ada korban jiwa, baik sopir maupun kernet serta semua penumpang selamat. Para penumpang agar tidak terlantar dialihkan ke bus-bus lain yang melintas di Jalur Pantura.

Sedangkan menurut sopir mobil dinas, Rori Heryawilyadi mengungkapkan bahwa kedua bus yakni Bus Shantika dan Pahala Kencana memang saling kejar-kejaran sejak melintas di alas Roban. Selepas melewati Weleri, ada satu bus lagi yang ikut melaju kencang, yakni Bus Muji Jaya.

“Saya tidak tahu jika berhenti mendadak. Saya kaget, saya tarik hand rem dan injak rem kaki. Tapi karena jaraknya terlalu dekat, sehingga menabrak,” ujar warga Batang itu.

Saat ditanyai milik dinas mana, Rori mengaku tidak mengetahui asal muasal mobil yang ia bawa. “Saya hanya disuruh nyopirin sampai Semarang. Tujuannya, Surabaya, mengantar orang yang mau panjat tebing,” akunya.

Sopir Bus Pahala Kencana, Muhammad Ali mengatakan jika dirinya sebenarnya sudah melaju pelan. Tapi karena berhenti mendadak, ia tidak mengetahui jika di depan Bus Shantika ada truk yang sedang parkir. “Saya kaget karena berhenti mendadak,” akunya.

Kapolres Kendal melalui Kanit Laka Polres Kendal, Iptu Agus Supriyadi mengatakan kasus tabrakan beruntun ini dalam penyidikan unit laka Polres Kendal. Pihak penyidik sudah melakukan olah TKP, memeriksa saksi dan korban serta para sopir dan kernet bus. Akibat kecelakaan ini, mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah. Selain itu mengakibatkan kemacetan panjang baik dari arus ke timur maupun ke barat. (bud/ida)